Lomba sebenarnya sudah dimulai sejak 1 Oktober 2026. Namun, Siska mengaku baru mengetahui informasi kompetisi tersebut pada akhir Oktober sehingga waktu persiapan yang dimiliki Fathan cukup terbatas.
Meski demikian, Fathan tetap berusaha maksimal. Ia mulai fokus mengikuti berbagai perlombaan video dan membuat konten kreatif. Sejumlah kontennya bahkan berhasil masuk FYP di TikTok, Instagram, dan platform media sosial lainnya.
Melalui film pendek “Tawa di Balik Sepi”, Fathan ingin menunjukkan bahwa anak yang tumbuh dalam keluarga dengan orang tua tunggal juga memiliki kesempatan yang sama untuk meraih prestasi dan mengembangkan kemampuan.
Siska pun berharap masyarakat Kota Tasikmalaya dapat memberikan dukungan kepada putranya dengan memberikan like dan komentar pada video kompetisi tersebut di kanal YouTube DPP Partai Golkar.
“Untuk warga Kota Tasikmalaya, kami mohon dukungannya agar bisa memberikan like dan komentar. Satu like untuk Fathan sangat berharga sekali,” tuturnya.
Ia juga berharap prestasi Fathan dapat menjadi motivasi bagi anak-anak lainnya di Kota Tasikmalaya agar tidak menyerah dengan keadaan dan terus mengembangkan potensi sesuai bidang masing-masing.
Pernah Lolos 7 Besar Casting Program Anak Trans7
Perjalanan Fathan di dunia hiburan ternyata sudah dimulai sejak duduk di bangku kelas 5 sekolah dasar. Saat itu, ia mengikuti proses casting program anak-anak di Trans7 yang diikuti sekitar 500 peserta.
Dari ratusan peserta tersebut, hanya 20 anak yang terpilih untuk masuk tahap berikutnya. Dalam proses seleksi, Fathan harus menunjukkan kemampuan public speaking serta gestur di hadapan tim penilai.
Berkat pengalaman membuat konten dan menjadi talent di berbagai kesempatan, Fathan berhasil melaju hingga tujuh besar.
Ada hal menarik yang menjadi ciri khas Fathan saat mengikuti kegiatan tersebut. Ia mengenakan pakaian khas Kabayan lengkap dengan sandal tarumpah, salah satu identitas budaya yang lekat dengan Tasikmalaya.
Siska menuturkan, saat itu dirinya juga mendapatkan materi dari Om Uyung Aria untuk memperkenalkan Kota Tasikmalaya melalui penampilan Fathan.
Pengalaman tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga karena Fathan berkesempatan berkolaborasi dengan akun WikiKids Trans7. Sekaligus memperkenalkan Kota Tasikmalaya kepada masyarakat yang lebih luas.
Perjalanan Fathan menjadi bukti bahwa prestasi tidak selalu ditentukan oleh latar belakang keluarga maupun keadaan. Dengan semangat, kerja keras, dan dukungan orang-orang terdekat. Setiap anak memiliki kesempatan untuk tumbuh, berkarya, dan mengharumkan nama daerahnya khususnya Kota Tasikmalaya. (iqbal)











Comment