Diky menjelaskan, kawasan percontohan tersebut nantinya diharapkan memiliki depot sampah yang berfungsi sebagai tempat pemilahan dan pengelolaan sampah sebelum diproses lebih lanjut. Dengan demikian, volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir dapat terus ditekan.
Ia juga mengungkapkan bahwa saat ini sebenarnya sudah ada salah satu kawasan di Kota Tasikmalaya yang pernah menjadi lokasi kunjungan mahasiswa karena memiliki potensi dalam pengelolaan sampah. Namun, fasilitas penunjangnya masih belum memadai sehingga perlu mendapat dukungan sarana dan prasarana.
“Potensinya sudah ada, hanya saja sarananya belum optimal. Karena itu kami berharap ada pihak yang bersedia membantu pembangunan depot maupun fasilitas pemilahan sampah,” ungkapnya.
Melalui program ini. Pemerintah Kota Tasikmalaya berharap dapat menghadirkan model pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang dapat direplikasi di berbagai wilayah lain. Sekaligus memperkuat budaya peduli lingkungan di Kota Tasikmalaya.(***)


Comment