“Pengerjaan ini tetap harus selesai pada tahun 2026. Maka dari itu, manfaatkan betul kesempatan dan tenggat waktu yang ada,” tegasnya.
Infrastruktur Harus Berdampak pada Ekonomi Masyarakat
Selain mendorong percepatan pembangunan fisik, Pemkab Tasikmalaya mulai menyiapkan arah kebijakan anggaran yang lebih kuat. Pada transformasi ekonomi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).
Asep mengatakan, pembangunan jaringan jalan dan sarana pendidikan yang telah dilakukan di berbagai wilayah Kabupaten Tasikmalaya perlu diikuti dengan penguatan kapasitas masyarakat.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur tidak boleh berhenti pada tersedianya fasilitas fisik. Infrastruktur harus mampu membuka akses dan menjadi penggerak aktivitas ekonomi masyarakat.
“Harapan kita semua, infrastruktur jalan panjang yang sudah dibangun ini secara otomatis dapat menjadi pemicu (leverage). Untuk mengungkit perekonomian warga di pelosok-pelosok Kabupaten Tasikmalaya,” tuturnya.
Ke depan, intervensi anggaran Pemkab Tasikmalaya akan diarahkan. Agar pembangunan infrastruktur berjalan beriringan dengan program pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Langkah tersebut dinilai penting agar pembangunan yang telah dilakukan pemerintah dapat memberikan dampak lebih luas, terutama bagi masyarakat di kawasan perdesaan dan wilayah pelosok.
Dengan demikian, pembangunan Kabupaten Tasikmalaya diharapkan tidak hanya menghasilkan infrastruktur . Tetapi juga mendorong kemandirian ekonomi, meningkatkan kualitas SDM, serta memperkuat kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.(***)








Comment