Ia mendorong keterlibatan proaktif masyarakat dalam mengawal setiap program pembangunan agar tidak melampaui batas daya dukung lingkungan. Pemeliharaan ekologi yang ketat dipandang sebagai investasi jangka panjang yang tidak bisa ditawar untuk mewariskan sumber daya yang memadai bagi generasi mendatang.
Memperdalam wacana tersebut, hadir narasumber ahli Mia Wastuti, S.Sos., SC., M.Eng., Pekerja Sosial dari Dinas Sosial Kota Tasikmalaya, yang memaparkan materi bertajuk “Dampak Kemiskinan dalam Pembangunan Nasional Berwawasan Lingkungan.”
Mia menyoroti realitas di lapangan bahwa tekanan ekonomi sering kali memaksa masyarakat kelompok rentan. Untuk mengeksploitasi sumber daya alam secara destruktif demi pemenuhan kebutuhan harian.
Oleh karena itu, ia menekankan bahwa agenda pelestarian lingkungan tidak akan pernah berjalan efektif. Apabila tidak diiringi dengan komitmen dan langkah nyata pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan struktural di akar rumput.(***)







Comment