Berita Tasikmalaya, tasik.id – Pemerintah Kota Tasikmalaya terus mendorong penguatan pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Salah satu langkah yang tengah disiapkan yakni membangun kampung percontohan. Dan pesantren yang memiliki depot pengelolaan sampah sebagai proyek percontohan (pilot project).
Gagasan tersebut mengemuka saat perwakilan komunitas bank sampah melakukan audiensi dengan Wakil Wali Kota Tasikmalaya Diky Chandra di Ruang Wakil Wali Kota, Senin, 4 Agustus 2026.
Dalam pertemuan itu, Diky Chandra mengungkapkan bahwa Pemerintah Kota Tasikmalaya tengah mengupayakan terbentuknya kawasan yang mampu mengelola sampah secara mandiri dengan menerapkan konsep Reduce, Reuse, Recycle (3R).
“Insya Allah dalam waktu dekat mudah-mudahan kita bisa membuat contoh kampung persampahan dan pesantren di Awipari. Kecamatan Cibeureum, sebagai pilot project,” ujar Diky.
Menurutnya, pendanaan program tersebut masih terus diupayakan. Jika belum memungkinkan melalui APBD, pihaknya akan mencari dukungan dari berbagai pihak. Termasuk anggota DPR RI maupun pihak lain yang memiliki kepedulian terhadap pengelolaan lingkungan.
“Kami akan mencoba mencari dukungan, baik dari anggota DPR RI maupun pihak lainnya, agar program ini bisa segera direalisasikan,” katanya.


Comment