Berita Tasikmalaya, tasik.id – Semangat literasi memenuhi Pendopo Baru Kabupaten Tasikmalaya pada Minggu, 19 Juli 2026, saat Grand Final Duta Baca Kabupaten Tasikmalaya Tahun 2026 sukses diselenggarakan oleh Perpustakaan Daerah Kabupaten Tasikmalaya bekerja sama dengan Paguyuban Duta Baca Kabupaten Tasikmalaya.
Mengusung tagline “Ngora, Boga Komara, Kakoncara”. Kegiatan ini menjadi puncak proses pencarian figur muda inspiratif yang siap menjadi motor penggerak budaya literasi di Kabupaten Tasikmalaya.
Acara yang dimulai pukul 08.00 WIB tersebut dihadiri lebih dari 200 peserta dan tamu undangan. Yang terdiri atas unsur pemerintah daerah, akademisi, pegiat literasi, tenaga pendidik, mahasiswa, pelajar, komunitas literasi, keluarga finalis, serta masyarakat yang turut memberikan dukungan kepada para peserta.
Berbeda dari kompetisi pada umumnya, pemilihan Duta Baca Kabupaten Tasikmalaya tidak hanya menguji kemampuan berbicara di atas panggung. Para finalis merupakan perwakilan dari berbagai kecamatan di Kabupaten Tasikmalaya yang telah melalui serangkaian proses seleksi secara bertahap. Mulai dari seleksi administrasi, tes tulis, wawancara, hingga tahap inkubasi, yaitu implementasi program literasi secara langsung di tengah masyarakat.
Tahapan tersebut menjadi bukti bahwa Duta Baca bukan hanya sosok yang memiliki wawasan literasi. Tetapi juga mampu menerapkan gagasan dan menghadirkan dampak nyata bagi lingkungan sekitarnya.
Selama Grand Final berlangsung, para finalis kembali menunjukkan kapasitas terbaik mereka melalui penyampaian gagasan, kemampuan berpikir kritis. Serta visi dalam membangun ekosistem literasi di Kabupaten Tasikmalaya. Dewan juri menilai berbagai aspek. Mulai dari pengetahuan, kepemimpinan, komunikasi. Hingga komitmen terhadap pengembangan budaya baca sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia yang unggul.
Tagline “Ngora, Boga Komara, Kakoncara”. Menjadi identitas sekaligus semangat yang diusung dalam penyelenggaraan Duta Baca tahun ini. “Ngora” mencerminkan semangat generasi muda yang adaptif, kreatif, dan berani mengambil peran sebagai agen perubahan.
“Boga Komara” menggambarkan pribadi yang memiliki wibawa melalui ilmu pengetahuan, karakter, dan integritas. Sementara “Kakoncara” menjadi harapan agar para Duta Baca mampu mengharumkan nama Kabupaten Tasikmalaya melalui berbagai karya, inovasi. Dan gerakan literasi yang berdampak luas bagi masyarakat.
Ketua Paguyuban Duta Baca Kabupaten Tasikmalaya, Rifky Albabila, menyampaikan bahwa Grand Final bukanlah garis akhir bagi para finalis. Melainkan awal dari perjalanan panjang dalam mengabdikan diri bagi kemajuan literasi daerah.
Juara Hanya Angka
“Hari ini bukan akhir, tetapi awal dari langkah perjalanan akang dan teteh. Juara hanyalah angka. Yang paling utama adalah dedikasi dan peran kita terhadap literasi di Kabupaten Tasikmalaya. Duta Baca bukan sekadar gelar, tetapi amanah untuk terus hadir, bergerak, dan memberikan manfaat bagi masyarakat melalui berbagai gerakan literasi,” ujar Rifky.


Comment