Penulis : Rahmat Syah S.T.
Sudah saatnya Kabupaten Tasikmalaya melakukan refleksi. Mengapa masih ada anggapan bahwa sebagian proyek pembangunan menghadapi proses yang panjang, penuh hambatan, dan kerap diwarnai berbagai kepentingan di luar substansi pembangunan?. Jika persepsi seperti ini terus berkembang, dampaknya bukan hanya dirasakan oleh pelaksana proyek. Tetapi juga oleh masyarakat yang menunggu manfaat pembangunan itu sendiri.
Pembangunan infrastruktur tidak boleh dipandang sebagai peluang untuk mengejar kepentingan jangka pendek. Jalan, jembatan, bendungan, irigasi, pengendalian banjir. Dan berbagai fasilitas publik dibangun untuk kepentingan masyarakat luas serta menjadi investasi yang manfaatnya dapat dirasakan selama puluhan tahun.
Perbedaan pendapat, kritik, dan pengawasan merupakan bagian penting dalam demokrasi. Namun, ketika setiap pembangunan selalu dibayangi konflik berkepanjangan, tarik-menarik kepentingan, atau hambatan yang tidak berorientasi pada penyelesaian. Maka yang paling dirugikan adalah masyarakat. Waktu terbuang, biaya meningkat, dan manfaat pembangunan menjadi tertunda.
Kabupaten harus Bangun Citra Baru
Kabupaten Tasikmalaya harus berani membangun citra baru sebagai daerah yang memberikan kepastian, menjunjung dialog, dan terbuka terhadap pembangunan yang dilaksanakan sesuai aturan. Investor, pemerintah, pelaku usaha. Maupun masyarakat membutuhkan kepastian bahwa setiap proses dapat diselesaikan melalui komunikasi yang sehat, bukan melalui konflik yang terus berulang.




Comment