Politik
Home » Berita » Bongkar Tahapan Eksploitasi Digital, Bakesbangpol Jabar Ajak Mahasiswa Tasikmalaya Waspadai Narasi Radikal di Media Sosial

Bongkar Tahapan Eksploitasi Digital, Bakesbangpol Jabar Ajak Mahasiswa Tasikmalaya Waspadai Narasi Radikal di Media Sosial

Berita Tasikmalaya, tasik.id – Ancaman radikalisme di era modern kini telah bertransformasi secara signifikan. Polanya bergeser dari pertemuan fisik konvensional ke ranah digital yang jauh lebih tertutup, personal, dan sulit dipantau secara kasatmata.

Menanggapi fenomena tersebut, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Provinsi Jawa Barat menggelar seminar edukasi intensif bagi 300 mahasiswa STIE Latifah Mubarokiyah Suryalaya. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian maraton enam titik program “Ngajaga Lembur, Ngarawat NKRI” yang digulirkan di berbagai daerah di Jawa Barat.

Seminar yang berlangsung pada Selasa (10/3/2026) ini secara khusus mengangkat tema krusial terkait tahapan transformasi ekstremisme digital. Peserta diajak memahami alur paparan radikalisme, mulai dari konsumsi konten di media sosial, masuk ke grup percakapan tertutup, hingga berujung pada aksi nyata yang berpotensi mengancam stabilitas nasional.

Narasumber dari Satgaswil Jabar Densus 88 AT Polri memaparkan pola rekrutmen terbaru yang kini menyasar kalangan intelektual muda. Modusnya dilakukan melalui komunitas daring yang pada awalnya tampak tidak berbahaya.

Kepala Bidang Kewaspadaan Daerah Bakesbangpol Jabar, H. Khoirul Naim, S.K.M., M.Epid., mewakili Kepala Bakesbangpol Jabar Drs. Wahyu Mijaya, S.H., M.Si., mengingatkan mahasiswa agar lebih berhati-hati dalam mengonsumsi dan menyebarkan informasi di media sosial. Terlebih, kegiatan ini berlangsung di bulan Ramadhan, saat arus informasi keagamaan meningkat dan kerap disisipi narasi yang menyesatkan.

Momentum Hardiknas, Seruan Keadilan untuk Guru Disampaikan ke Presiden dan Wapres

“Kabupaten Tasikmalaya memiliki sejarah budaya dan religi yang kuat di Jawa Barat. Kami berharap para pemuda mampu menjadi benteng terhadap provokasi radikal yang kerap bersembunyi di balik narasi media sosial. Mari jadikan Ramadhan sebagai momentum memperkuat kewaspadaan demi menjaga harmoni dan kedamaian di Tatar Sunda,” tegas Khoirul Naim.

Perspektif Psikologis dan Literasi Digital

Perspektif psikologis dan literasi digital juga menjadi sorotan. Jeremiah B. Manurung dari Peace Generation Indonesia menekankan pentingnya ketahanan mental dan kecerdasan emosional sebagai benteng utama dalam menangkal radikalisme.

Pages: 1 2

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!