Berita Tasikmalaya, tasik.id — Ratusan penghobi bonsai dari berbagai daerah memadati kontes dan pameran bonsai yang digelar di Asia Plaza Tasikmalaya, Minggu (25/4/2026). Kegiatan ini diikuti sekitar 700 peserta dari sejumlah wilayah seperti Bandung, Cianjur, Cirebon, Bekasi hingga luar Jawa Barat.
Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Diky Chandra, yang membuka kegiatan tersebut menyebutkan bahwa bonsai tidak sekadar hobi. Melainkan memiliki potensi ekonomi yang luas. Pameran ini dijadwalkan berlangsung hingga 28 April 2026.
Menurutnya, perlu ada perluasan informasi terkait bonsai agar masyarakat memahami bahwa sektor ini melibatkan banyak pihak dan memberikan dampak ekonomi berantai.
“Bonsai bukan hanya hobi mahal. Di dalamnya ada petani, pengrajin pot, produsen pupuk, hingga pelaku usaha lainnya. Jadi ada efek ekonomi yang cukup besar,” ujar Diky.
Ia berharap ke depan tanaman hias ini dapat terus dikembangkan agar manfaat ekonominya semakin dirasakan oleh masyarakat luas, terutama pelaku usaha kecil.
“Memang yang hobi mungkin kalangan tertentu, tetapi dampak ekonominya justru lebih banyak dirasakan oleh petani dan pelaku usaha lainnya,” tambahnya.
Bonsai Naikan Investasi
Dalam kesempatan tersebut, komedian sekaligus pecinta bonsai, Azis Gagap, turut hadir dan berbagi pengalaman. Ia menyebut bonsai memiliki nilai investasi yang menjanjikan.
“Bonsai yang dulu dibeli Rp200 ribu, dalam tiga tahun bisa naik jadi Rp4 juta per pohon,” kata Diky menirukan cerita Azis.
Selain itu, kehadiran sejumlah figur publik dinilai menjadi peluang promosi bagi Kota Tasikmalaya. Sebelumnya, beberapa tokoh seperti Rhoma Irama, Wali, ST12, Ki Daus, hingga Komeng juga sempat berkunjung.

Comment