Berita Tasikmalaya, tasik.id – Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kota Tasikmalaya menggelar diskusi publik bertajuk “Reformasi dan Citra Institusi Kepolisian” di Aula Kampus Institut Nahdlatul Ulama Kota Tasikmalaya, Rabu (25/02/2026).
Kegiatan ini menjadi ruang refleksi kritis bagi mahasiswa dalam membedah persoalan citra kepolisian yang dinilai kian rapuh di mata masyarakat. Dalam forum tersebut, reformasi di tubuh Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) disebut bukan sekadar wacana teknis, melainkan tuntutan mendesak yang harus diwujudkan secara konkret dan menyeluruh.
Tiga Dimensi Reformasi Jadi Sorotan
PC PMII Kota Tasikmalaya menegaskan, setidaknya ada tiga dimensi fundamental yang perlu segera dibenahi agar reformasi Polri berjalan efektif dan tidak stagnan.
1. Dimensi Struktural
Penataan ulang kedudukan institusi kepolisian agar benar-benar mandiri di bawah Presiden serta optimal dalam menjalankan fungsi organisasi sebagai pelindung dan pengayom masyarakat.
2. Dimensi Instrumental
Pembaruan menyeluruh terhadap doktrin, regulasi, hingga petunjuk teknis operasional agar sepenuhnya sejalan dengan prinsip Hak Asasi Manusia (HAM).
3. Dimensi Kultural







Comment