Berita Tasikmalaya, tasik.id – Bordir dan payung geulis menjadi dua produk unggulan Kota Tasikmalaya yang dinilai memiliki peluang besar untuk menembus pasar internasional. Potensi tersebut mendapat perhatian Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI yang siap membuka akses diplomasi dan jejaring internasional untuk memperkenalkan produk lokal ke pasar global.
Komitmen itu disampaikan dalam kunjungan kerja dan dialog interaktif BKSAP DPR RI melalui agenda BKSAP Day yang berlangsung di Aula Balekota Tasikmalaya, Jumat (6/11/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri delegasi BKSAP DPR RI, Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan, Sekretaris Daerah, serta sejumlah kepala perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kota Tasikmalaya.
Perwakilan BKSAP DPR RI, Abu Bakar Alhabsyi, mengatakan Kota Tasikmalaya memiliki beragam produk khas yang layak diperkenalkan lebih luas, khususnya kerajinan bordir dan payung geulis yang telah menjadi identitas sekaligus kekuatan ekonomi kreatif daerah.
Menurutnya, jejaring internasional yang dimiliki BKSAP dapat dimanfaatkan sebagai pintu masuk untuk memperkenalkan produk unggulan daerah melalui berbagai forum internasional.
Meski demikian, peluang tersebut harus diimbangi dengan kesiapan para pelaku usaha lokal. Kualitas produk, standar mutu, serta kemampuan memenuhi kebutuhan pasar internasional menjadi faktor penting yang harus diperhatikan.
“Pengusaha lokal terbaik harus dipersiapkan. Selain itu, generasi kedua dan ketiga dalam usaha juga perlu dilibatkan. Jangan sampai keberlanjutan usaha justru terputus karena regenerasi tidak berjalan,” ujarnya.
Abu Bakar berharap, produk unggulan Kota Tasikmalaya tidak hanya dikenal di tingkat lokal maupun nasional. Tetapi juga mampu bersaing dan mendapatkan tempat di pasar dunia.
Sementara itu, Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan menyambut positif kunjungan BKSAP DPR RI. Ia menilai, kolaborasi tersebut menjadi kesempatan strategis untuk memperluas pemasaran produk daerah. Sekaligus membuka akses kerja sama dengan berbagai pihak di tingkat internasional.











Comment