Berita Tasikmalaya, tasik.id – Rumah dan lingkungan sosial semestinya menjadi ruang paling aman bagi perempuan dan anak. Namun, dalam kenyataannya, lingkungan tersebut terkadang justru menjadi tempat munculnya ancaman kekerasan.
Persoalan tersebut menjadi perhatian istri Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Rani Permayani Diky Chandra, saat menjadi narasumber dalam kajian bulanan bersama PD Persistri Kota Tasikmalaya di Masjid Baiturrahman, Jalan RE Martadinata No. 93 B, Minggu (4/10/2026).
Dalam kegiatan tersebut, turut hadir Kepala UPTD PPA Kota Tasikmalaya, Epi Mulyana, S.H., M.H. Kajian mengangkat tema “Mewujudkan Ruang Aman dan Sadar Hukum bagi Perempuan dan Anak dari Segala Bentuk Kekerasan.”
Rani mengatakan, isu perempuan dan anak merupakan persoalan yang harus mendapatkan perhatian bersama. Menurutnya, rumah yang seharusnya menjadi darul aman atau tempat yang aman, terkadang justru dapat menjadi sumber ancaman akibat tantangan moral dan masih adanya kekerasan di tengah masyarakat.
“Isu mengenai perempuan dan anak selalu menjadi perhatian yang mendalam bagi kita semua. Rumah dan lingkungan sosial yang seharusnya menjadi tempat paling aman atau darul aman, terkadang justru menjadi sumber ancaman karena tantangan moral serta bayang-bayang kekerasan yang masih menjadi persoalan serius di tengah masyarakat kita,” ujar Rani.
Rani Angkat Sosok Raden Ayu Lasminingrat
Dalam pemaparannya, Rani juga mengaitkan perjuangan perlindungan dan kemajuan perempuan dengan sejarah perempuan di tanah Priangan.
Ia menyinggung sosok Raden Ayu Lasminingrat, tokoh perempuan asal Tatar Sunda yang dikenal sebagai pelopor literasi dan pendidikan perempuan.
Menurut Rani, semangat Lasminingrat dalam mendorong perempuan agar cerdas dan bermartabat memiliki relevansi dengan upaya meningkatkan peran serta perlindungan perempuan saat ini.
“Berbicara tentang kemajuan dan perlindungan perempuan, tanah Priangan kita tercinta ini memiliki sejarah panjang yang luar biasa. Kita mengenal sosok perempuan hebat asal Tatar Sunda, Raden Ayu Lasminingrat, seorang pelopor literasi dan pendidikan perempuan yang mendedikasikan hidupnya agar kaumnya cerdas dan bermartabat,” katanya.
Ia menilai semangat tersebut sejalan dengan nilai-nilai Islam yang menempatkan perempuan dan anak sebagai pihak yang harus dihormati, dijaga, dan dilindungi.



Comment