News
Home » Berita » HIV/AIDS Jadi Perhatian, Diky Chandra Ajak Ulama hingga Pakar Kesehatan Turun Tangan

HIV/AIDS Jadi Perhatian, Diky Chandra Ajak Ulama hingga Pakar Kesehatan Turun Tangan

Berita Tasikmalaya, tasik.id – Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Diky Chandra, menegaskan pentingnya pendekatan edukasi dan kolaborasi lintas sektor dalam menangani persoalan HIV/AIDS serta berbagai persoalan sosial di Kota Tasikmalaya.

Hal itu disampaikan Diky Chandra saat menerima audiensi Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Kota Tasikmalaya pada 28 Agustus 2026.

Menurut Diky, penanganan persoalan sosial dan HIV/AIDS tidak cukup dilakukan melalui tindakan penertiban. Diperlukan pendekatan yang lebih humanis dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari ulama, pakar hukum hingga tenaga kesehatan.

“Kita tetap harus waspada dan harus ditangani. Kita juga harus menyikapi ramainya sweeping LGBT yang justru seolah-olah menjadikan mereka bukan warga negara kita,” ujar Diky.

Ia menekankan, pemerintah perlu tetap membuka ruang dialog dan memberikan pendampingan kepada kelompok masyarakat yang menghadapi persoalan sosial maupun kesehatan.

Kasus HIV/AIDS Kota Tasikmalaya Didominasi 80% Laki-laki Usia Produktif

Diky mengatakan, Pemkot Tasikmalaya ingin mengajak mereka berdiskusi untuk mencari langkah yang tepat agar dapat kembali menjalani kehidupan secara lebih baik.

“Makanya kami mengumpulkan mereka, berdiskusi apa yang bisa dilakukan. Kita mengajak ulama, pakar hukum, pakar kesehatan, untuk memberikan sudut pandang dari sisi agama, hukum dan kesehatan yang kaitannya dengan AIDS,” katanya.

KPAD Punya Jaringan Langsung dengan Kelompok Rentan

Diky menilai keberadaan KPAD memiliki peran penting karena lembaga tersebut mempunyai jaringan dan relasi yang terhubung langsung dengan kelompok-kelompok yang selama ini menjadi sasaran edukasi dan pendampingan HIV/AIDS.

Menurutnya, jaringan tersebut dapat dimanfaatkan untuk memberikan pemahaman secara langsung dan membangun komunikasi yang lebih terbuka.

“Kalau mau terbuka, hayu. Agar bisa memberikan edukasi untuk yang lainnya, bukan memperlihatkan Pemkot sudah berbuat. Kalau mau menjaga privasi, kami pun tidak akan menolak,” ujarnya.

Semarak HUT ke-81 RI, Diky Chandra Berbaur dengan Ratusan Warga Kampung Lengo

Diky menegaskan, pemerintah tetap menghormati hak asasi manusia. Namun, upaya pencegahan dan edukasi harus terus dilakukan demi kepentingan masyarakat.

“Kami memahami akan hak asasi, tapi kami harus melakukan hal demi kebaikan. Supaya teman-teman ini bisa tahu dari berbagai sudut pandang, baik itu agama, hukum dan kesehatan,” katanya.

Kasus HIV/AIDS di Tasikmalaya Masih Menjadi Perhatian

Sebelumnya, KPAD Kota Tasikmalaya mencatat adanya tren penurunan kasus baru HIV/AIDS dalam tiga tahun terakhir.

Pages: 1 2

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Selamat Muktamar NU

HUT Ke 81 RI

error: Content is protected !!