News
Home » Berita » Kasus HIV/AIDS Kota Tasikmalaya Didominasi 80% Laki-laki Usia Produktif

Kasus HIV/AIDS Kota Tasikmalaya Didominasi 80% Laki-laki Usia Produktif

Berita Tasikmalaya, tasik.id – Kasus HIV/AIDS di Kota Tasikmalaya masih menjadi perhatian. Meski demikian, Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Kota Tasikmalaya mencatat adanya tren penurunan kasus baru dalam tiga tahun terakhir.

Data KPAD menunjukkan, jumlah kasus baru HIV/AIDS yang teridentifikasi pada 2024 mencapai 169 orang. Angka tersebut turun menjadi 140 orang pada 2025 dan kembali menurun menjadi 80 orang hingga Agustus 2026.

Sekretaris KPAD Kota Tasikmalaya, Tarlan, menyampaikan data tersebut usai audiensi bersama Wakil Wali Kota Tasikmalaya di ruang kerja Wakil Wali Kota, Kamis (27/8/2026).

“Di tahun 2024 tercatat 169 orang, tahun 2025 turun menjadi 140 orang, dan sampai Agustus 2026 ini angkanya menjadi 80 orang. Capaian tersebut tentunya berkat kerja sama semua pihak dalam memberikan sosialisasi dan edukasi,” ujar Tarlan.

Didominasi Laki-laki Usia Produktif

Tarlan mengatakan, kasus HIV/AIDS di Kota Tasikmalaya masih didominasi laki-laki usia produktif, terutama pada rentang usia 20 hingga 40 tahun.

HIV/AIDS Jadi Perhatian, Diky Chandra Ajak Ulama hingga Pakar Kesehatan Turun Tangan

Berdasarkan data KPAD, sekitar 80 persen kasus ditemukan pada laki-laki. Sementara itu, perempuan juga tercatat terinfeksi HIV/AIDS.

Kelompok yang paling banyak teridentifikasi dalam kasus tersebut antara lain laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki (LSL), waria, dan pekerja seks komersial (PSK).

Meski demikian, terdapat perkembangan positif dalam upaya pencegahan penularan HIV/AIDS. Dalam beberapa tahun terakhir, KPAD tidak lagi menemukan kasus penularan melalui penggunaan jarum suntik.

Menurut Tarlan, kondisi tersebut menunjukkan adanya keberhasilan program pengurangan dampak buruk di kalangan pengguna narkotika dan zat adiktif.

1.595 Orang Terinfeksi HIV/AIDS, 400 Meninggal

Di sisi lain, KPAD mengingatkan bahwa angka kumulatif HIV/AIDS di Kota Tasikmalaya masih cukup tinggi.

Semarak HUT ke-81 RI, Diky Chandra Berbaur dengan Ratusan Warga Kampung Lengo

Sepanjang 2024, tercatat sebanyak 1.595 orang terinfeksi HIV/AIDS di Kota Tasikmalaya. Dari jumlah tersebut, sekitar 400 orang dilaporkan meninggal dunia.

Tarlan menjelaskan, meskipun hingga saat ini belum terdapat obat yang dapat menyembuhkan HIV/AIDS secara tuntas, kondisi penderita dapat dikendalikan melalui pengobatan antiretroviral atau ARV.

Obat ARV harus dikonsumsi secara rutin dan tepat waktu. Dengan pengobatan yang disiplin, jumlah virus dapat ditekan, daya tahan tubuh tetap terjaga, dan kualitas hidup orang dengan HIV/AIDS (ODHA) dapat dipertahankan.

Pages: 1 2

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Selamat Muktamar NU

HUT Ke 81 RI

error: Content is protected !!