Diky menilai Indo Boxing bukan sekadar cabang olahraga, melainkan juga ruang positif bagi generasi muda untuk berekspresi dan mengembangkan diri. Menurutnya, anak muda membutuhkan ruang rekreasi, pengakuan, serta wadah untuk menyalurkan bakat sesuai keahliannya.
“Kegiatan ini sama dengan memberi ruang bagi mereka untuk berkarya. Kenakalan remaja bisa muncul karena minimnya ruang berkreasi dan pembuktian diri yang positif,” ujarnya.
Diky juga menyampaikan, sebelum menghadiri eksebisi Indo Boxing, dirinya mengikuti sejumlah agenda kebudayaan, mulai dari parade budaya lintas usia hingga pasanggiri jaipongan tingkat Jawa Barat. Bahkan, ia berencana menghadiri kegiatan malam peringatan Harlah NU yang menampilkan pagelaran wayang golek.
“Semua kegiatan ini bukan sekadar hiburan. Tapi ada unsur pelestarian budaya, mengolahragakan masyarakat, mendorong prestasi, dan insyaallah memberi banyak manfaat,” ucapnya.
Ia berharap Kota Tasikmalaya terus menjadi tuan rumah yang baik bagi berbagai kegiatan. Sekaligus mampu mempromosikan diri sebagai daerah yang aman, tenteram, toleran, dan ramah investasi.
“Semoga Tasikmalaya selalu dikenal sebagai kota yang nyaman dan terbuka untuk semua,” pungkasnya.(***)




Comment