Selain pendidikan, isu ekonomi daerah juga menjadi bahasan penting. Wildan Auli, perwakilan PDPM yang juga pelaku usaha di Kota Tasikmalaya, menyoroti masih tingginya angka pengangguran. Meski data menunjukkan penurunan sebesar 0,006 persen pada periode 2024–2025, Wildan menilai kondisi tersebut belum cukup signifikan dirasakan masyarakat, terutama kalangan muda.
Yadi Mulyadi menanggapi dengan penekanan pada perubahan pola pikir. Ia mendorong pemuda untuk tidak hanya berorientasi menjadi pencari kerja, melainkan pencipta lapangan kerja. Pernyataan ini mendapat dukungan penuh dari Undang Syafrudin yang menilai kemandirian ekonomi pemuda menjadi fondasi penting pembangunan daerah.
Audiensi juga membahas isu PPG Dalam Jabatan dan rencana launching LBH Pemuda Mandiri sebagai bentuk peran pemuda dalam advokasi hukum. Anggota Komisi IV Bagas Suryono mengapresiasi langkah PD Pemuda Muhammadiyah yang konsisten bergerak di bidang pendidikan, ekonomi, dan kesehatan.
Ia bahkan menyebut Muhammadiyah sebagai rujukan penting dalam pengembangan kebijakan sosial nasional.
Audiensi ditutup dengan komitmen untuk memperkuat komunikasi dan kerja sama berkelanjutan. Semangat Gerakan Pemuda Mandiri : Era Baru Tasik Maju yang diusung PD Pemuda Muhammadiyah diharapkan tidak berhenti sebagai wacana, melainkan menjelma menjadi gerakan nyata bagi kemajuan Kota Tasikmalaya.



Comment