News
Home » Berita » Rapat PD Pemuda Muhammadiyah dengan DPRD Kota Tasikmalaya: Suara Pelajar, Guru, & Pemuda Penggerak Ekonomi Menggema

Rapat PD Pemuda Muhammadiyah dengan DPRD Kota Tasikmalaya: Suara Pelajar, Guru, & Pemuda Penggerak Ekonomi Menggema

Berita Tasikmalaya,tasik.id – Isu pendidikan, ekonomi, dan masa depan pemuda menjadi sorotan utama dalam audiensi Pengurus Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kota Tasikmalaya bersama DPRD Kota Tasikmalaya Komisi IV, Kamis, 15 Januari 2025.

Pertemuan yang mengusung semangat Gerakan Pemuda Mandiri itu berlangsung dinamis dan sarat gagasan. Mencerminkan kegelisahan sekaligus harapan generasi muda terhadap arah pembangunan daerah.

Audiensi tersebut dihadiri delapan orang perwakilan PD Pemuda Muhammadiyah Kota Tasikmalaya dan empat anggota Komisi IV DPRD Kota Tasikmalaya. Dari unsur legislatif hadir Ketua Komisi IV Undang Syafrudin, didampingi Yadi Mulyadi, Bagas Suryono, dan Dian Kuswardianto.

Sejak awal, Komisi IV menyatakan sikap terbuka dan menyambut baik kehadiran organisasi kepemudaan tersebut sebagai mitra strategis dalam menyampaikan aspirasi masyarakat.

Ketua PD Pemuda Muhammadiyah Kota Tasikmalaya, Cecep Fikri Pajar Purnama, membuka audiensi dengan menyampaikan lima agenda utama yang dibawa pihaknya. Ia menegaskan bahwa pertemuan ini tidak sekadar ajang silaturahmi, melainkan bagian dari konsolidasi kepengurusan baru PDPM sekaligus langkah awal membangun kolaborasi yang lebih substantif dengan DPRD.

Bus Ngulisik Sudah Komersial, Kreator Logo Ngaku Tak Pernah Terima Royalti

Isu pendidikan menjadi perhatian paling awal. Cecep menilai masih terdapat persoalan serius dalam implementasi kebijakan pendidikan di Kota Tasikmalaya, khususnya terkait Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) dan kualitas pembelajaran di sekolah. Menurutnya, pendidikan harus benar-benar berpijak pada mutu, bukan sekadar angka kelulusan.

Pandangan tersebut diperkuat oleh Totoh Miftah Farid, perwakilan PDPM yang juga berprofesi sebagai guru di SMA Plus Pesantren Amanah Muhammadiyah. Totoh menyampaikan kegelisahannya sebagai pendidik yang menyaksikan langsung dampak kebijakan di lapangan.

Ia menyoroti kasus rekan-rekannya yang telah lulus seleksi PPPK, namun justru tidak ditempatkan di sekolah asal tempat mereka mengabdi selama bertahun-tahun. Kondisi ini dinilai berpengaruh terhadap stabilitas proses belajar mengajar.

Fenomena Lulus KKM Tapi Siswa tidak Menguasai Materi

Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi IV DPRD Kota Tasikmalaya Undang Syafrudin mengaku prihatin. Ia menilai fenomena siswa yang dinyatakan lulus KKM namun belum menguasai materi pelajaran merupakan persoalan serius yang perlu dievaluasi bersama.

Sementara itu, Yadi Mulyadi secara terbuka mengkritisi kebijakan kurikulum pada periode sebelumnya. Ia menyebut kurikulum tersebut tidak berjalan jelas dan menimbulkan kebingungan di tingkat satuan pendidikan.

Audiensi Pemuda Muhammadiyah dengan Komisi IV DPRD Kota Tasik. Dorong Perbaikan Pendidikan hingga Kemandirian Ekonomi Pemuda

 

Pages: 1 2

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!