Bambu, kata dia, dapat diolah menjadi beragam produk bernilai tambah, mulai dari furnitur modern, produk interior, kerajinan, hingga berbagai produk gaya hidup.
Karena itu, keterlibatan anak muda dinilai penting untuk menghadirkan inovasi desain dan membuka peluang usaha baru berbasis potensi lokal.
Viman berharap, Priangan Bamboo Fest 2026 tidak hanya menjadi agenda seremonial yang berakhir ketika festival ditutup pada 18 Oktober mendatang.
Ia ingin kegiatan tersebut memberikan dampak nyata bagi pelaku industri bambu, mulai dari terbukanya akses pasar bagi perajin, peluang pembiayaan bagi UMKM, hingga terbangunnya kemitraan baru antarpelaku usaha.
Festival ini juga menjadi bagian dari rangkaian kegiatan dalam momentum Hari Jadi ke-25 Kota Tasikmalaya.
Melalui Priangan Bamboo Fest 2026, pengembangan industri bambu diharapkan semakin terarah, sehingga potensi lokal tidak hanya menjadi warisan kerajinan, tetapi juga mampu tumbuh sebagai bagian dari industri kreatif hijau yang memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.(***)



Comment