News
Home » Berita » Momen Hari Batik Nasional, Empat Motif Baru Perkuat Identitas Batik Kota Tasikmalaya

Momen Hari Batik Nasional, Empat Motif Baru Perkuat Identitas Batik Kota Tasikmalaya

Keempatnya memperlihatkan bagaimana unsur-unsur kerajinan lokal dapat diterjemahkan ke dalam ragam motif batik yang lebih modern tanpa meninggalkan karakter daerah.

Motif Lama Tetap Menjadi Warisan

Di tengah munculnya motif-motif baru, batik Tasikmalaya juga memiliki kekayaan motif lama yang tetap menjadi bagian penting dari identitas budaya daerah.

Karakter batik Tasikmalaya sangat kental dengan nuansa alam Parahyangan, dengan ragam hias berupa flora, fauna serta penggunaan warna-warna cerah.

Beberapa motif yang dikenal antara lain Merak Ngibing, Awi Ngarambat, Pisang Bali, Lancah Tasik (Ramat Lancah), dan Cala-Culu.

Motif Merak Ngibing menampilkan burung merak yang sedang menari atau ngibing. Sementara Awi Ngarambat menggambarkan rumpun bambu yang merambat dan menyimbolkan kerendahan hati.

Ajeng Kholifah, Santriwati Multitalenta dari Ponpes Miftahul Huda Tasikmalaya Bersiap Membawa Budaya Nusantara ke Dunia

Ada pula motif Pisang Bali yang kerap dikaitkan dengan harapan dan keberuntungan, terutama bagi para pedagang. Motif Lancah Tasik atau Ramat Lancah terinspirasi dari bentuk sarang laba-laba yang menggambarkan jalinan kehidupan.

Sedangkan Cala-Culu merupakan ragam hias geometris tradisional khas Priangan yang memiliki bentuk unik dan repetitif.

 Generasi Muda Jadi Kunci

Menurut Rani, kepedulian generasi muda terhadap batik di Kota Tasikmalaya mulai terlihat. Mereka tidak hanya menjadi pengguna, tetapi mulai terlibat dari proses mencanting hingga mempromosikan batik.

“Apalagi sekarang generasi muda juga sudah mulai peduli, dari mulai mencanting hingga promosi terhadap batik di Kota Tasikmalaya,” katanya.

Semangat tersebut menjadi penting dalam momentum Hari Batik Nasional. Sebab, pelestarian batik tidak hanya berarti menjaga motif dan teknik yang diwariskan sejak dahulu, tetapi juga memastikan batik tetap relevan dan dicintai generasi berikutnya.

Operasi Premanisme dan Miras Digelar di Singaparna, Puluhan Jukir Ilegal dan Preman Didata

Bagi Kota Tasikmalaya, batik bukan sekadar kain bermotif. Di dalamnya terdapat cerita tentang kerajinan, kreativitas, identitas daerah dan kehidupan masyarakat.

Selamat Hari Batik Nasional. Mari bangga memakai batik, mencintai karya perajin lokal dan ikut menjaga warisan budaya Tasikmalaya.(iqbal)

Pages: 1 2

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!