News
Home » Berita » ‘In This Ekonomi Lesu’ Pedagang Pasar Cikurubuk & Wakil Wali Kota Dzikir bersama Shalawat

‘In This Ekonomi Lesu’ Pedagang Pasar Cikurubuk & Wakil Wali Kota Dzikir bersama Shalawat

“Kalau disimak, hampir mirip dengan apa yang dikerjakan Rasulullah saat membangun Masjid Nabawi untuk menyatukan umat Islam yang berseteru karena perbedaan suku. Jadi, beliau ingin agar para pelaku usaha di Cikurubuk yang satu sama lain bisa saja bersaing dalam hal dunia, namun bisa bersatu dalam ukhuwah,” kata Diky.

Ia menegaskan, perbedaan pendapat maupun persaingan dalam dunia usaha tidak semestinya memutus hubungan kekeluargaan. Sebaliknya, nilai-nilai agama dapat menjadi landasan untuk membangun hubungan yang harmonis.

“Perbedaan tidak harus lantas menjadikan putus hubungan kekeluargaan. Namun, agama bisa jadi pemersatu, ulama bisa jadi penengah, dan zikir menjadi penenang,” ujarnya.

Diky berharap, kegiatan tersebut dapat terus berkembang dan memberikan dampak positif bagi kehidupan sosial para pedagang. Menurutnya, keimanan dan ketakwaan menjadi salah satu landasan penting untuk meminimalkan konflik serta menumbuhkan akhlak yang baik.

“Pedagang yang berakhlak mulia adalah harapan semua. Selebihnya perlahan tapi pasti akan membawa kebersamaan dan mempersempit perpecahan,” ucapnya.

Diky Chandra Dorong Generasi Muda Lestarikan Budaya Sunda Lewat Pasanggiri Mencenges

Usulkan Pengurus Majelis Zikir dan Pengeras Suara ke Pasar

Dalam kesempatan tersebut, KH. Tubagus Miftah Fauzi juga menyampaikan harapan agar segera dibentuk kepengurusan majelis zikir. Keberadaan pengurus diharapkan dapat memperkuat koordinasi sekaligus membuka ruang kebersamaan bagi berbagai elemen masyarakat, termasuk pihak-pihak yang memiliki perbedaan pandangan.

Miftah juga berharap tersedia pengeras suara yang dapat menjangkau kawasan pasar di sekitar Masjid Mujahidin. Dengan demikian, lantunan zikir dan selawat dapat didengar para pedagang yang masih menjalankan aktivitas perdagangan tanpa harus meninggalkan tempat usahanya.

Diky menilai, gagasan tersebut positif, terutama di tengah berbagai perselisihan yang kerap muncul akibat perbedaan pendapat.

Melalui kegiatan rutin ini, para pedagang Pasar Cikurubuk diharapkan tidak hanya memperoleh ketenangan spiritual, tetapi juga semakin memperkuat silaturahmi, menjaga persaudaraan, dan membangun lingkungan perdagangan yang harmonis.

Zikir dan selawat pun diharapkan menjadi salah satu ikhtiar bersama untuk menumbuhkan semangat persatuan di tengah dinamika kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat Kota Tasikmalaya.(***)

Polres Tasikmalaya Ungkap 100 Persen Kasus Orang Hilang, Tiga Korban Ditemukan dalam Waktu Singkat

Pages: 1 2

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!