“Makanya tadi menginformasikan tiang punya siapa saja dan enam tiang bisa teridentifikasi. Teman-teman DKM juga sudah tahu dan sudah berbicara dengan perwakilan provider untuk mengagendakan pertemuan selanjutnya untuk menyelesaikan kasus ini,” kata Yana.
Ia menegaskan, fokus utama saat ini adalah mempertemukan DKM dengan provider agar persoalan pemasangan tiang, perizinan, dan kontribusi dapat dibicarakan secara terbuka.
Di sisi lain, kegiatan penataan jaringan kabel udara tetap berjalan sebagaimana agenda rutin DPUTR. Perapihan kabel WiFi dilaksanakan setiap hari Rabu dengan menyasar sejumlah titik di Kota Tasikmalaya.
“Intinya DKM ingin bertemu dan kita di sini sambil membereskan permasalahan tiang antara DKM dengan provider. Juga dilanjutkan dengan perapihan kabel WiFi seperti biasa dan kita juga selalu rutin setiap Rabu,” ujarnya.
Yana menambahkan, kegiatan perapihan kabel kali ini sengaja dipusatkan di kawasan Cikalang karena adanya persoalan tiang yang perlu diselesaikan sekaligus dengan penataan jaringan udara.
“Biasanya jadwal, berhubung ada permasalahan. Kita lakukan di lokasi sekalian pemberesan tiang,” katanya.
Adapun enam penyedia layanan internet yang tiangnya teridentifikasi di kawasan tersebut masing-masing Telkom, Iporte, Fiberstar, Biznet, Solnet, dan Unikom.
DPUTR berharap pertemuan antara pengurus DKM dan keenam provider dapat segera diagendakan sehingga ada kejelasan mengenai izin penggunaan lahan, kontribusi. Serta keberlanjutan keberadaan tiang.
Dengan demikian, penataan kabel internet di Cikalang tidak hanya menyelesaikan persoalan kesemrawutan infrastruktur, tetapi juga memberikan kepastian bagi masyarakat terkait penggunaan fasilitas di atas lahan milik masjid.(**)











Comment