“Benar ada dua korban dievakuasi ke RSUD KHZ Musthafa karena mengalami penganiayaan dan penusukan,” ungkap Heru.
Sementara itu, polisi masih mendalami identitas dan keterlibatan orang-orang dalam peristiwa tersebut. Heru menegaskan, pihaknya belum bisa memastikan apakah kelompok pengendara motor itu merupakan anggota geng motor seperti yang ramai dinarasikan di media sosial.
Hingga Minggu siang, belasan orang masih dimintai keterangan di Mapolres Tasikmalaya untuk mengungkap kronologi dan fakta hukum kejadian tersebut.
“Jadi kami belum pastikan yang terlibat ini geng motor atau bukan seperti yang ramai dinarasikan di medsos. Kami masih melakukan penyelidikan supaya fakta hukumnya jelas,” tegasnya.
Dalam penanganan kasus ini, polisi mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya satu unit sepeda motor Honda Vario merah hitam dan satu unit sepeda motor WR hitam biru yang terbakar.
Selain itu, petugas juga menyita satu buah senjata tajam jenis sabit, satu sarung golok berbahan kayu, serta dua batang pipa besi.
Polisi masih melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah pihak untuk mengungkap secara utuh penyebab keributan, dugaan penganiayaan, hingga aksi pembakaran dua sepeda motor tersebut.











Comment