Ia menilai kekuatan grup tersebut terletak pada chemistry yang terbangun di antara para anggotanya. Meski tidak meraih juara pertama, kekompakan mereka mampu melahirkan karakter komedi yang kuat dan menghibur penonton.
“Sebuah grup lawak Trio Bajaj yang pernah dibidani saya saat jadi mentor komedian salah satu contohnya. Mereka sulit dipisahkan sehingga bisa melahirkan genre komedi yang kompak dan sempat menyulap penonton pada saat itu dari kekompakan dan chemistry-nya. Meskipun, mereka hanya juara dua,” ujarnya.
Bawa Nama Baik Kota Tasikmalaya
Diky berharap kontingen Forbasi Kota Tasikmalaya tidak hanya berfokus pada penampilan baris-berbaris, tetapi juga mampu menjaga kekompakan dan membangun kebersamaan selama mengikuti kejuaraan.
Ia menyadari setiap anggota memiliki latar belakang, keinginan, persoalan, dan cara pandang yang berbeda. Namun, perbedaan tersebut seharusnya tidak menjadi penghalang untuk melangkah bersama.
Menurutnya, sebuah tim yang terdiri dari 20 anggota bisa saja memiliki 20 persoalan dan keinginan yang berbeda. Meski demikian, seluruh anggota harus mampu menyatukan langkah demi mencapai satu tujuan.
“Ya, meski berbeda, namun dalam lomba hanya satu tujuan, yakni membawa hal baik untuk mengharumkan Kota Tasikmalaya. Semoga ini juga menjadi inspirasi bagi saya dan siapa pun juga, agar bisa menyatu dengan satu tujuan yang sama,” kata Diky.
Ia berharap keikutsertaan kontingen Forbasi Kota Tasikmalaya dalam Kejurda tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi sarana untuk menanamkan nilai persatuan, kedisiplinan, dan semangat kebersamaan.
Dengan kekompakan yang terbangun, kontingen diharapkan mampu memberikan penampilan terbaik sekaligus membawa nama baik Kota Tasikmalaya di tingkat kejuaraan daerah.(***)



Comment