Menurutnya, tradisi peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan kegiatan selawat juga terus dilaksanakan di Kota Tasikmalaya sebagai bagian dari upaya menjaga kehidupan religius masyarakat.
“Ini satu ikhtiar baik yang semoga dapat menggerakkan hati para keluarga Sukapura di seluruh Nusantara. Karena dalam haul, selain ada penuturan singkat sejarah, juga ada do’a,” katanya.
Diky menjelaskan, penuturan sejarah dalam kegiatan haul menjadi sarana untuk mengenang, mengenal. Sekaligus mengamalkan hal-hal baik yang telah dicontohkan para leluhur.
Sementara itu, doa yang dipanjatkan tidak hanya ditujukan bagi para leluhur. Tetapi juga diharapkan membawa kebaikan bagi Tasikmalaya Raya dan masyarakat Sukapura yang turut mendoakan.
Melalui Haul Sukapura 2026, nilai sejarah, keagamaan, dan kebersamaan diharapkan terus terpelihara. Serta menjadi pengingat bagi generasi penerus untuk melanjutkan warisan kebaikan para pendahulu.(***)



Comment