“Banyak yang mempertanyakan, ada taman hutan rakyat di Kota Tasikmalaya, tetapi tidak punya koordinator hutan. Di sini ada Pak Kepler, anggota DPRD, semoga bisa mendorong adanya bidang kehutanan itu,” ujarnya.
Kota Tasikmalaya Berpotensi Jadi Pusat Budaya Bambu
Diky juga menyebutkan, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, pernah menyampaikan bahwa kekuatan pengembangan bambu di Jawa Barat berada di tiga wilayah, yakni Kota Tasikmalaya, Kabupaten Tasikmalaya, dan Kabupaten Garut.
Potensi tersebut, kata Diky, perlu diperkuat melalui program yang tidak hanya berorientasi pada penanaman bambu. Tetapi juga pengembangan budaya, kreativitas, hingga industri kerajinan berbasis bambu.
Salah satu rencana yang disampaikan adalah penanaman sebanyak 200 bambu di kawasan Situ Beet oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Diky berharap, kawasan tersebut nantinya dapat dikembangkan menjadi ruang edukasi. Sekaligus destinasi yang memperkuat identitas Kota Tasikmalaya sebagai daerah dengan kultur bambu.
“Rencananya dari Provinsi Jawa Barat akan menanam sebanyak 200 bambu di Situ Beet. Saya berharap ada arboretum, panggung, angklung, workshop bambu, dan lainnya. Kota Tasikmalaya jadi kuat sebagai kultur bambu,” tuturnya.
Ia berharap, penguatan kelembagaan kehutanan dapat berjalan beriringan dengan pengembangan potensi bambu. Dengan begitu, Kota Tasikmalaya tidak hanya dikenal melalui produk kerajinannya. Tetapi juga mampu mengembangkan ekosistem bambu yang terintegrasi, mulai dari pelestarian lingkungan, edukasi, seni budaya, hingga penguatan ekonomi kreatif masyarakat.(***)











Comment