Diky mengapresiasi pelaksanaan kegiatan itu. Ia menilai, persoalan korupsi dan kekerasan di sekolah, termasuk perundungan atau bullying, tidak bisa diselesaikan oleh satu pihak saja.
“Guna menciptakan pendidikan berkualitas, tentunya tidak hanya akademik saja, tetapi harus ditunjang lingkungan yang aman dan saling menghormati. Termasuk menjaga integritas,” ujarnya.
Ia berharap, kegiatan tersebut dapat memperkuat sinergi antara pemerintah, tenaga pendidik, satuan pendidikan, orang tua, serta para pemangku kepentingan lainnya.
Melalui kolaborasi tersebut, upaya pencegahan korupsi dan kekerasan di lingkungan pendidikan diharapkan berjalan lebih optimal. Dengan demikian, sekolah dapat menjadi ruang belajar yang aman sekaligus mendukung pembentukan generasi berkarakter dan berintegritas.











Comment