News
Home » Berita » Diky Candra Meledak di Shelter PKL Dadaha, Soroti Sikap Pejabat Pemkot Tasikmalaya

Diky Candra Meledak di Shelter PKL Dadaha, Soroti Sikap Pejabat Pemkot Tasikmalaya

“Sehingga, jujur saja hari ini meledak amarah dengan cara kerja sendiri. Meskipun pada hari ini juga sedang ditunggu di Jakarta. Sementara, tadi pagi harus mewakili Wali Kota hadir di PPIK yang baru semalam perintahnya, saya pun manut,” katanya.

Diky Soroti Cara Kerja Pejabat Pemkot Tasikmalaya

Diky kemudian menggambarkan situasi yang dihadapinya dengan mengatakan bahwa dirinya hanya memiliki satu badan, sementara pada hari yang sama harus menghadiri sejumlah agenda di tempat berbeda.

“Bayangkan badannya itu cuma satu, harus di dua tempat di hari yang sama,” ujarnya.

Karena itu, menurut Diky, pemberian disposisi kepada pejabat lain merupakan hal yang wajar dilakukan ketika dirinya berhalangan menghadiri suatu kegiatan.

Namun, ia menyayangkan ketika pejabat yang diberikan disposisi justru tidak hadir dan bahkan menyarankan dirinya untuk tidak datang.

Diky Chandra Minta Tasikmalaya Great Sale 2026 Tak Sekadar Diskon, Tapi Juga Gencar Dipromosikan

“Gara-gara semalam saya marah dengan para pejabat, sekarang ini mereka datang ke Shelter PKL ini. Tentunya, ketegasan itu perlu dilakukan di lingkungan Pemkot Tasikmalaya. Kalau lembek sulit, Pak. Dan mudah-mudahan apa pun yang terjadi, bisa jadi perbaikan ke depannya,” pintanya.

Diky Mengaku Tak Terlibat dalam Penataan PKL Dadaha

Sementara itu, ketika ditanya mengenai penataan PKL Dadaha, Diky mengaku tidak mengetahui secara detail mengenai proses maupun regulasi yang mendasarinya.

Ia menyebut sejak awal dirinya tidak pernah dilibatkan dalam pembahasan penataan PKL di kawasan tersebut.

“Terus terang saya tidak tahu menahu dengan penataan PKL Dadaha ini. Karena sejak awal saya tidak pernah dilibatkan sama sekali,” ungkap Diky.

Menurutnya, Wali Kota Tasikmalaya sebelumnya mengarahkan persoalan tersebut kepada Asep MP. Karena itu, Diky mengaku tidak mengetahui secara rinci mengenai regulasi maupun proses penataan PKL Dadaha.

Tasikmalaya Oktober Festival 2026: Ini Jadwal Lengkap Rangkaian Hari Jadi ke-25 Kota Tasikmalaya

“Wali Kota dulu mengarahkannya ke Asep MP. Makanya saya tidak tahu regulasi dan lainnya. Jadi tidak paham, karena itu ranah kebijakan dan saya tidak pernah dilibatkan sama sekali,” pungkasnya.

Pembukaan Shelter PKL Dadaha sendiri menjadi bagian dari upaya penataan pedagang di kawasan tersebut. Namun, di tengah agenda seremonial itu, pernyataan Diky Candra justru membuka sorotan lain terkait koordinasi dan pola kerja antarpejabat di lingkungan Pemerintah Kota Tasikmalaya.(***)

Pages: 1 2

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!