Berita Tasikmalaya, tasik.id – Suasana di Graha Mitra Batik, Jalan Mohamad Hatta, Kota Tasikmalaya,terasa begitu hidup pada Kamis pagi, 2 April 2026. Almamater beraneka warna tampak memenuhi ruangan, menyatukan ratusan mahasiswa dalam sebuah kepedulian yang sama.
Hari itu, kaum intelektual muda Tasikmalaya tidak sedang menggelar unjuk rasa. Melainkan tengah merapatkan barisan dalam misi perlawanan yang tak kalah krusial: Penguatan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).
Melalui bingkai kearifan budaya bertema “Ngawangun Generasi Muda Panca Waluya, Guna Jabar Beresih Narkoba.” Para mahasiswa ini ditempa untuk menjadi tameng hidup yang akan melindungi masa depan bangsa dari daya hancur narkotika.
Percikan semangat pertama disulut oleh Irman Nugraha, S.H., M.H., dari Bakesbangpol Provinsi Jawa Barat. Berdiri di hadapan ratusan mahasiswa,Irman mewakili pimpinannya menyampaikan pesan yang menggugah nalar.
Ia menegaskan bahwa mahasiswa adalah aset paling berharga yang dimiliki Jawa Barat; sebuah kekuatan intelektual yang harus dijaga ketahanannya secara ekonomi, seni, budaya, hingga agama.
Membiarkan mahasiswa terpapar narkoba sama dengan membiarkan peradaban bangsa runtuh.
Oleh karena itu, pemerintah hadir untuk membersamai pergerakan mahasiswa, mengubah narasi perlawanan menjadi aksi nyata di tengah-tengah masyarakat.

Comment