Babak penyisihan akan berlangsung pada 26 September 2026, sedangkan babak final dijadwalkan pada 27 September 2026. Dalam perhelatan tersebut terdapat beberapa kategori, yakni pelajar, umum, dan pengamen.
Untuk persiapan, Cator Slow Band membawa sendiri gitar dan efek. Namun, waktu latihan mereka terbilang cukup singkat karena terbentur dengan agenda lainnya.
“Kalau persiapannya sangat mepet. Karena terbentur dengan event lain, mereka itu latihan empat hari saja di Studio Yadi. Tapi, semoga saja bisa tampil optimal,” ungkap Ganjar.
Tampil di kancah nasional menjadi pengalaman pertama bagi para personel Cator Slow Band. Meski demikian, Ganjar mengatakan anak-anak sudah diberikan motivasi agar tidak nervous dan tetap percaya diri saat berada di atas panggung.
Pihaknya menargetkan para personel dapat tampil lepas dan menikmati kompetisi tanpa terbebani target juara.
“Targetnya main enjoy saja, tak ada beban juara. Kalau memang bisa juara, tentunya itu adalah bonus,” ujarnya.
Ganjar menyebutkan, persaingan kategori pelajar cukup ketat karena diikuti peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Untuk kategori tersebut, juara pertama mendapatkan hadiah Rp30 juta, juara kedua Rp20 juta, juara ketiga Rp15 juta, serta terdapat penghargaan juara harapan.
Saat ini, Cator Slow Band digawangi oleh Reina sebagai vokalis, Fauzi pada gitar, Rama pada bass, dan Alif sebagai drummer. Seluruh personel merupakan pelajar SMP dan SMA di Kota Tasikmalaya.
Ganjar pun meminta dukungan dan doa dari masyarakat Kota Tasikmalaya agar Cator Slow Band dapat memberikan penampilan terbaik sekaligus membawa nama daerah di tingkat nasional.
“Kami mohon dukungan dan doa dari masyarakat Kota Tasikmalaya. Mudah-mudahan Cator Slow Band bisa menunjukkan yang terbaik,” pungkasnya.(***)

Comment