Bagi mahasiswa, nilai tersebut tidak berhenti sebagai konsep, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Cageur diwujudkan melalui gaya hidup sehat. Bageur melalui kepedulian terhadap lingkungan sosial. Bener melalui integritas dan tanggung jawab. Pinter melalui kemampuan berpikir kritis dan menyaring informasi.
Sementara Singer diwujudkan dengan menjadi generasi yang aktif, kreatif, dan produktif.
Dalam forum tersebut, mahasiswa juga didorong untuk tidak hanya menjadi penerima informasi mengenai P4GN. Tetapi mengambil peran sebagai bagian dari gerakan pencegahan di lingkungan kampus dan masyarakat.
Kampus dapat menjadi ruang strategis untuk membangun kesadaran P4GN melalui organisasi mahasiswa, kegiatan sosial, edukasi sebaya, kegiatan olahraga, seni, maupun berbagai aktivitas positif lainnya.
Antusiasme peserta terlihat dalam sesi dialog yang berlangsung interaktif. Mahasiswa tidak hanya menerima materi, tetapi juga diberikan ruang untuk menyampaikan pandangan dan
pertanyaan mengenai tantangan generasi muda dalam menghadapi lingkungan sosial dan perkembangan zaman.
Kegiatan di Graha Tasmalia tersebut pada akhirnya menjadi pengingat bahwa persoalan narkoba tidak dapat dibebankan kepada satu institusi saja.
Pemerintah, BNN, dunia pendidikan, keluarga, organisasi kepemudaan, aktivis sosial, akademisi, dan masyarakat memiliki ruang kontribusi masing-masing.
Melalui kolaborasi tersebut, semangat “Ngawangun Generasi Panca Waluya Guna Jabar Beresih Narkoba”diharapkan dapat terus tumbuh di lingkungan masyarakat dan perguruan tinggi.
Dari Kota Tasikmalaya, pesan yang dibangun sederhana namun penting: menjaga generasi muda berarti menjaga masa depan Jawa Barat.(***)

Comment