Berita Tasikmalaya, tasik.id – Di era digital saat ini, ancaman narkoba tak lagi hanya mengintai di lorong-lorong gelap. Modus peredaran kini telah merambah layar gawai anak muda, menyusup lewat media sosial, hingga terselubung dalam bentuk obat-obatan yang dianggap ‘biasa’.
Menyadari bahaya laten ini, ratusan anak muda Tasikmalaya berkumpul untuk membekali diri. Bertempat di Aulia Hall Center pada Kamis (23/4/2026).
Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Provinsi Jawa Barat mengumpulkan anggota Pramuka, pelajar, dan komunitas pemuda dalam sebuah perhelatan penting bertajuk “Ngawangun Generasi Muda Panca Waluya Guna Jabar Beresih Narkoba”.
Bukan sekadar seminar biasa, acara ini membongkar habis sisi gelap peredaran narkoba era algoritma. Muhammad Fadil, S.E., salah satu narasumber, mengungkapkan bagaimana pengedar kini memanfaatkan tren FOMO (Fear of Missing Out) dan tekanan mental remaja di media sosial untuk menawarkan zat terlarang secara daring (online).
Ditambah lagi, ada ancaman ‘narkoba terselubung’ berupa penyalahgunaan obat keras medis seperti Tramadol dan Hexymer yang harganya murah dan mudah dijangkau pelajar. Sebagaimana dipaparkan oleh pakar farmasi Apt. Yohanes Eko Ariyanto.
Lalu, bagaimana cara melawannya? Hj. Evi Silviani, S.I.P., M.A.P., Anggota DPRD Kota Tasikmalaya yang hadir sebagai pembicara, memberikan pesan menohok bagi para peserta.

Comment