“Dalam ajaran Islam ada tahapannya. Tidak langsung salat. Tahapannya adalah memperbanyak istighfar, memohon ampun atas dosa-dosa, memperbanyak shodaqoh, baru terakhir melaksanakan Salat Istisqo secara berjamaah,” jelasnya.
MUI Mengaku Sudah Beri Masukan kepada Kepala Daerah
KH Aminudin mengatakan, MUI Kota Tasikmalaya sebenarnya telah memberikan masukan dan arahan kepada kepala daerah terkait kondisi kemarau yang terjadi saat ini.
Namun, pihaknya masih menunggu adanya instruksi lebih lanjut untuk pelaksanaan Salat Istisqo.
“Selama ini kami sudah memberikan masukan kepada kepala daerah. Kami pun sebenarnya menunggu instruksi. Namun yang saya lihat baik di apel pagi maupun rapat-rapat eselon II, belum ada pembahasan ke arah situ,” katanya.
Ia menyayangkan apabila kondisi kekeringan yang mulai dirasakan masyarakat tidak segera menjadi perhatian bersama.
“Seolah hare-hare atau acuh tak acuh dengan kondisi kemarau saat ini,” ujar KH Aminudin.
Kekeringan Jadi Momentum Muhasabah
Lebih jauh, KH Aminudin menilai kondisi kekeringan di Kota Tasikmalaya juga perlu menjadi momentum untuk melakukan muhasabah bersama.
Ia mengaitkan kondisi tersebut dengan perlunya masyarakat meningkatkan introspeksi diri terhadap berbagai persoalan sosial dan keagamaan yang terjadi di lingkungan sekitar.
“Meningkatnya kemungkaran dan kemaksiatan yang terjadi di Kota Tasikmalaya yang bukan lagi rahasia umum,” katanya.
Karena itu, menurutnya, penanganan kekeringan tidak cukup hanya melalui ikhtiar lahiriah berupa penghematan air dan distribusi bantuan air bersih.
Ikhtiar batin juga dinilai penting dilakukan melalui istighfar, memperbanyak sedekah, memperbaiki diri dan melaksanakan Salat Istisqo secara berjamaah.
“Oleh karena itu, selain ikhtiar lahir dengan hemat air dan bantuan air bersih, ikhtiar batin dengan istighfar dan Salat Istisqo juga sangat penting untuk kita lakukan bersama,” pungkasnya. (Iqbal)

Comment