Bandung, tasik.id – Maraknya aksi kriminalitas jalanan, mulai dari pembegalan hingga aksi geng motor, yang belakangan terjadi di Kota Bandung menuai sorotan dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). Organisasi mahasiswa tersebut menilai pemerintah daerah dan aparat penegak hukum perlu menghadirkan langkah yang lebih konkret dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat.
Ketua Cabang PMII Kota Bandung, Wahyu, menyayangkan respons Pemerintah Kota Bandung yang mengimbau masyarakat untuk menghindari jalan-jalan gelap pada malam hari.
Menurutnya, persoalan utama bukan semata-mata kondisi jalan yang minim penerangan. Melainkan tanggung jawab pemerintah dalam menyediakan fasilitas penerangan jalan sekaligus menjamin keamanan warga.
“Kejadian begal tidak hanya terjadi pada malam hari atau di jalan yang gelap. Berdasarkan berbagai pemberitaan, aksi pembegalan juga terjadi pada siang hari. Artinya, persoalan ini tidak cukup diselesaikan hanya dengan imbauan menghindari jalan sepi,” ujar Wahyu.
PMII Kritisi Polda
Ia menilai maraknya aksi kriminalitas merupakan persoalan yang harus diselesaikan secara menyeluruh, mulai dari aspek pendidikan, penegakan hukum, kondisi ekonomi masyarakat. Hingga upaya pencegahan yang dilakukan pemerintah daerah.
Menurut Wahyu, Pemerintah Kota Bandung memiliki pekerjaan rumah yang besar dalam menciptakan rasa aman bagi masyarakat. Upaya pencegahan, kata dia, seharusnya dilakukan sebelum tindak kejahatan terjadi, bukan hanya memberikan imbauan setelah muncul korban.
Sementara itu, Bendahara PKC PMII Jawa Barat, Ardiana Nugraha, juga mengkritisi pernyataan Polda Jawa Barat yang menyebut masyarakat diperbolehkan melawan begal. Selama tidak dilakukan secara berlebihan atau hingga menyebabkan pelaku meninggal dunia.




Comment