Berita Tasikmalaya, tasik.id — Musyawarah Cabang (Muscab) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kota dan Kabupaten Tasikmalaya yang digelar di Hotel Mandalawangi, Sabtu (18/04/2026), berlangsung dalam suasana dinamis. Selain menjadi forum konsolidasi organisasi, agenda ini juga menyoroti dampak konflik internal di tingkat Dewan Pimpinan Pusat (DPP) yang dikhawatirkan merembet ke daerah.
Bendahara Umum DPP PPP, Imam Fauzan Amir Uskara, secara terbuka mengakui adanya kegelisahan di kalangan kader akibat dinamika yang terjadi di pusat. Ia menyebut beredarnya sejumlah “surat” telah memicu spekulasi hingga tekanan terhadap anggota legislatif dari PPP.
“Jangan sampai kisruh pusat menjalar ke tingkat bawah. Fokus saja pada kerja kerakyatan. Urusan DPP biarkan DPP yang menyelesaikan,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan anggota DPR dari PPP agar tidak terseret dalam konflik internal tersebut, karena berpotensi menimbulkan tekanan politik berkepanjangan.
Di sisi lain, Fauzan meluruskan polemik terkait legalitas kepengurusan serta pelaksanaan musyawarah wilayah dan cabang. Ia menegaskan seluruh tahapan telah berjalan sesuai AD/ART dan keputusan organisasi.
“Sesudah SK keluar, selesai. Taat itu ke partai, bukan ke personal,” tegasnya.
Ia pun menyentil masih adanya kader yang terjebak dalam kubu-kubuan pascarekonsiliasi. “Kalau masih bicara kubu, berarti belum selesai dengan masa lalu,” tambahnya.











Comment