Berita Tasikmalaya, tasik.id – Anggota MPR RI, M. Husein Fadlulloh, menegaskan pentingnya pemerataan literasi digital sebagai benteng utama generasi muda dalam menghadapi maraknya penyebaran hoaks di era disrupsi informasi. Hal tersebut disampaikan saat kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan bersama tokoh masyarakat dan tokoh pemuda di Kabupaten Tasikmalaya, 15 Desember 2025.
Menurut M. Husein Fadlulloh, generasi muda Indonesia saat ini berada di garda terdepan dalam konsumsi konten digital. Namun, tingginya penetrasi internet belum sepenuhnya diimbangi dengan kemampuan literasi digital yang memadai.
“Masih terdapat kesenjangan literasi antarwilayah di Indonesia. Kondisi ini membuat generasi muda, khususnya di daerah, rentan terpapar dan menyebarkan informasi bohong atau hoaks yang berpotensi memecah belah bangsa,” ujarnya.
Tiga Permasalahan Utama Literasi Digital
Dalam pemaparannya, Husein mengidentifikasi setidaknya tiga permasalahan utama dalam konteks literasi digital saat ini.
Pertama, kesenjangan literasi antara wilayah perkotaan dan daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T), baik dari sisi akses maupun kualitas pendidikan.
Kedua, rendahnya daya berpikir kritis, yang ditandai dengan kebiasaan menyebarkan informasi tanpa melakukan verifikasi terlebih dahulu atau dikenal dengan istilah sharing before saring.




Comment