Berita Tasikmalaya, tasik.id – Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kota Tasikmalaya menegaskan perannya sebagai lembaga mandatori yang strategis dalam menjaga harmoni sosial dan keberagaman etnis di daerah. Hal tersebut tercermin dalam kegiatan silaturahmi lintas etnis yang digelar di Kota Tasikmalaya, Kamis (29/1/2026).
Kegiatan yang menghadirkan beragam etnis dari seluruh penjuru Indonesia ini menjadikan FPK Kota Tasikmalaya sebagai miniatur Indonesia. Dalam bingkai persatuan dan kebangsaan.
Ketua FPK Kota Tasikmalaya, Syahrial Koto, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari program kerja Bidang Pemberdayaan Perempuan di bawah kepemimpinan Merry. Acara dikemas dalam bentuk talkshow dan paduan suara lintas etnis sebagai media pembauran yang inklusif dan harmonis.
“Tujuan utama kegiatan ini adalah membangun pembauran. Dann mempererat silaturahmi antar etnis yang ada di Kota Tasikmalaya,” ujarnya.
Beragam etnis turut ambil bagian, di antaranya etnis Jawa, Ambon, Maluku, Papua, Sumatera, Tionghoa, Sulawesi, Minang, Batak, dan lainnya. Para peserta, khususnya kaum perempuan, tampil mengenakan busana adat khas masing-masing etnis, menambah kekayaan budaya dalam kegiatan tersebut.
Adapun tema yang diangkat dalam kegiatan ini adalah Ketahanan Perempuan. Yang sejalan dengan peran FPK sebagai lembaga mandatori yang diamanatkan untuk membantu pemerintah daerah dalam menciptakan suasana kehidupan sosial yang rukun, harmonis, dan berkeadaban.
“FPK merupakan mitra strategis pemerintah daerah. Karena itu, kami berupaya aktif membantu menciptakan keharmonisan antar etnis. Melalui pembinaan dan pembauran yang berkelanjutan,” kata Syahrial.




Comment