Berita Tasikmalaya, tasik.id – Agenda audiensi evaluasi kinerja Wali Kota Tasikmalaya yang digelar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Tasikmalaya, Rabu (20/1/2026), berakhir tanpa pertemuan. Hingga pukul 14.00 WIB, mahasiswa masih menunggu kejelasan kehadiran wali kota yang tak kunjung pasti.
Audiensi yang sedianya dijadwalkan pukul 13.00 WIB itu bertujuan menjadi ruang dialog antara mahasiswa dan pemerintah daerah untuk mengevaluasi kinerja Wali Kota Tasikmalaya selama satu tahun ke belakang sekaligus memproyeksikan kebijakan satu tahun ke depan.
Saat mau menanyakan hal itu, Ketua PC PMII sempat berdialog agak keras dengan Kaban Kesbangpol Ade Hendar dan disaksikan oleh Kasatpol PP di ruang tunggu kantor Wali Kota Tasikmalaya.
Jawaban Normatif
Ketua Bidang Advokasi PC PMII Kota Tasikmalaya, Abdul Aziz, menyayangkan tidak adanya kepastian pihak yang menerima audiensi tersebut. Menurutnya, mahasiswa hanya mendapat jawaban normatif tanpa kejelasan.
“Faktanya, sampai sekarang tidak ada kepastian siapa yang akan menerima kami. Masih katanya koordinasi, tapi ujungnya nihil,” ujar Abdul Aziz kepada wartawan.
Ia menilai situasi tersebut sebagai sinyal buruk bagi iklim demokrasi di Kota Tasikmalaya. Abdul Aziz menuding wali kota terkesan menutup diri terhadap kritik serta aspirasi mahasiswa dan masyarakat.
“Hari ini kami pastikan, wali kota Tasikmalaya sudah anti kritik. Tidak mau menerima aspirasi dan kritikan dari mahasiswa maupun elemen masyarakat Kota Tasikmalaya,” tegasnya.




Comment