News
Home » Berita » Cegah Perundungan di Sekolah, Rani Permayani Ajak Sejumlah Elemen dan Gandeng NGO: Ada Kajian Interaktif dan Hipnoterapi

Cegah Perundungan di Sekolah, Rani Permayani Ajak Sejumlah Elemen dan Gandeng NGO: Ada Kajian Interaktif dan Hipnoterapi

Foto Bersama Rani Permayani, PPA Polres Tasikmalaya Kota, Kemenag, Perwakilan Dinas Pendidikan,UPTD PPA Kota Tasikmalaya

Berita Tasikmalaya, tasik.id – Upaya mencegah kenakalan remaja dan perundungan di lingkungan sekolah akan diperkuat melalui program kolaborasi dengan sejumlah organisasi non-pemerintah atau NGO.

Program tersebut nantinya menyasar pelajar tingkat SMP, SMA, SMK dan sederajat. Salah satu program yang disiapkan yakni kajian interaktif bersama siswa. Hingga layanan hipnoterapi untuk membantu mengungkap persoalan yang mungkin sulit disampaikan secara langsung oleh anak.

Rencana tersebut disampaikan istri Wakil Wali Kota Tasikmalaya Diky Candra, Rani Permayani, saat menanggapi penanganan kasus perundungan yang terjadi di SMAN 3 Kota Tasikmalaya.

Rani mengatakan, sejumlah NGO telah menghubunginya dan menawarkan program yang berkaitan dengan penanganan kenakalan remaja, mulai dari persoalan geng motor hingga perundungan di lingkungan pendidikan.

“Saya ada rencana ke depan, ada beberapa NGO yang sudah menghubungi saya. Mereka memiliki program yang menangani kenakalan remaja, mulai dari geng motor dan perundungan,” kata Rani.

Air Makin Sulit, Sawah Mulai Retak: MUI Ingatkan Pentingnya Istighfar dan Salat Istisqo. Pemkot Terkesan Abai!

Menurut Rani, program tersebut nantinya tidak hanya berupa sosialisasi, tetapi langsung menyentuh lingkungan sekolah.

Ia menilai pendekatan kepada pelajar perlu dilakukan secara lebih interaktif, sehingga anak tidak hanya mendapatkan pemahaman mengenai dampak kenakalan remaja, tetapi juga memiliki ruang untuk menyampaikan persoalan yang mereka hadapi.

“Jadi ingin ada program yang langsung ke sekolah-sekolah menangani hal ini. Terutama di usia SMP, SMA dan SMK sederajat,” ujarnya.

Ada Kajian Interaktif hingga Hipnoterapi

Rani menyebut, salah satu bentuk kegiatan yang akan dikolaborasikan dengan NGO tersebut adalah kajian interaktif bersama para siswa.

Selain itu, akan disiapkan pula pendekatan melalui hipnoterapi. Menurutnya, metode tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif untuk membantu menggali persoalan yang selama ini sulit diungkapkan oleh siswa.

Rani Permayani Soroti Perundungan Siswa SMAN 3 Kota Tasikmalaya: Minta Pelaku Ditindak Tegas

“Nanti kolaborasi dengan NGO ini akan melakukan kajian interaktif bersama siswa sekolah, lalu ada hipnoterapi,” katanya.

Rani menilai, anak terkadang mengalami kesulitan untuk mengungkapkan persoalan yang sedang dihadapinya secara langsung.

Karena itu, diperlukan pendekatan yang lebih sesuai dengan karakter dan kondisi psikologis anak, tentunya dengan melibatkan tenaga atau ahli yang kompeten.

“Nah, ketika ada permasalahan oleh siswa itu agak sulit diungkapkan, dengan para ahli ini tentu akan lebih bisa membuka apa yang menjadi keluhan dari siswa-siswi ini,” ujarnya.

Rani juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang bergerak cepat menangani kasus perundungan di SMAN 3 Kota Tasikmalaya.

Darurat Tata Ruang: Warga Gugat Arogansi Korporat Internet dan Desak Transparansi Proyek ‘Ducting’ Kabel di Tasikmalaya

“Terima kasih kepada semua pihak yang sudah gercep menyikapi hal ini,” katanya.

Polres Tasikmalaya Kota Periksa Enam Siswa

Sementara itu, Kanit PPA Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota, Ipda Endang Kusmiran, S.H., mengatakan penyidik telah melakukan sejumlah langkah dalam penanganan kasus tersebut.

Menurut Endang, proses penyelidikan dimulai sejak laporan atau penerimaan awal pada 24 September 2026. Kemudian, pemeriksaan terhadap sejumlah saksi dilakukan pada 25 September 2026.

“Kita penyidik PPA Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota melakukan penyelidikan dari penerimaan awal 24 September 2026, kemudian pemeriksaan saksi-saksi pada tanggal 25 September 2026,” ujar Endang.

Selanjutnya, penyidik telah melakukan pengecekan tempat kejadian perkara (TKP) serta berkoordinasi dengan pihak sekolah.

Polisi juga telah meminta data enam siswa atau siswi yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut.

Dalam dua hari ke depan, penyidik berencana memanggil saksi-saksi lainnya. Mereka di antaranya merupakan perwakilan pihak sekolah serta siswa yang berada di lokasi dan diduga menyaksikan kejadian penganiayaan terhadap siswa lainnya.

Polres Perkuat Pencegahan Kenakalan Remaja

Endang mengatakan, langkah preventif sebenarnya telah dilakukan jajaran Polwan Polres Tasikmalaya Kota melalui kegiatan sosialisasi ke sejumlah sekolah.

Pages: 1 2

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!