Solo, tasik.id– Kota Tasikmalaya kembali menunjukkan potensi ekonomi kreatifnya di tingkat nasional. Melalui Dekranasda Kota Tasikmalaya, sejumlah produk kriya unggulan khas daerah ditampilkan dalam Festival Payung Indonesia (FESPIN) XIII 2026. Yang berlangsung di Taman Balekambang, Solo, pada 4–6 September 2026.
Festival tahun ini mengusung tema “Catra Padi – Sepayung Dewi Sri”. Yang mengangkat narasi tentang padi, ketahanan pangan, sekaligus kekayaan budaya Indonesia.
FESPIN XIII 2026 diikuti hampir 40 kota di Indonesia serta sejumlah negara, di antaranya Korea Selatan, Thailand, India, Jepang, Polandia, dan Mongolia.
Kehadiran Kota Tasikmalaya menjadi perhatian tersendiri karena membawa salah satu produk kriya ikonik daerah, yakni payung geulis.
Wakil Ketua Dekranasda Kota Tasikmalaya, Rani Permayani Diky Chandra, mengatakan Kota Tasikmalaya menjadi satu-satunya kabupaten/kota di Jawa Barat yang mengikuti pameran dalam festival tersebut.
“Kota Tasikmalaya menjadi satu-satunya kabupaten/kota di Jawa Barat yang mengikuti pameran di Solo. Karena Kota Tasikmalaya mempunyai kriya unggulan payung geulis yang mempesona,” ujar Rani.
Bawa Kriya Lokal
Tidak hanya payung geulis, Dekranasda Kota Tasikmalaya juga membawa beragam produk unggulan lainnya. Di antaranya daster bordir, batik bordir, kebaya bordir, produk rajutan, tas, aksesori kayu olahan, tarumpah, hingga kriya mendong.
Produk-produk tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan potensi kriya Kota Tasikmalaya agar semakin dikenal secara luas, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Rani menegaskan, keikutsertaan Kota Tasikmalaya dalam FESPIN XIII bukan sekadar mengikuti pameran, tetapi juga menjadi momentum untuk memperluas jejaring dan membawa produk-produk lokal agar mampu menembus pasar yang lebih luas.







Comment