Berita Tasikmalaya, tasik.id– Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) Kota Tasikmalaya mendorong penguatan 21 subsektor ekonomi kreatif sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem ekonomi kreatif. Yang mampu membuka peluang usaha, menciptakan lapangan kerja, sekaligus memperluas pasar produk lokal.
Dorongan tersebut disampaikan dalam momentum pelantikan kepengurusan Gekrafs Kota Tasikmalaya di Gedung Creative Center (GCC) Dadaha, Jumat (4/9/2026).
Ketua Gekrafs Kota Tasikmalaya, Deden Khairul, mengatakan ekonomi kreatif tidak hanya berkaitan dengan menghasilkan sebuah karya. Lebih dari itu, kreativitas masyarakat harus mampu memiliki nilai ekonomi dan memberikan manfaat yang lebih luas.
Menurut Deden, potensi ekonomi kreatif di Kota Tasikmalaya sangat beragam. Masing-masing subsektor juga memiliki peluang untuk saling terhubung dan memperkuat satu sama lain.
“Potensi ekonomi kreatif di daerah tidak berdiri sendiri. Berbagai subsektor yang berkembang di masyarakat dapat saling terhubung, mulai dari kuliner, fesyen, kriya, seni, desain, hingga sektor digital dan teknologi,” kata Deden pada awak media.
Potensi Lokal Jadi Kekuatan Ekonomi Kreatif Tasikmalaya

Deden menuturkan, Kota Tasikmalaya memiliki kekuatan ekonomi kreatif yang khas dan telah berkembang dari potensi lokal yang diwariskan secara turun-temurun.
Sejumlah produk tersebut antara lain bordir, batik, payung geulis, kelom geulis, mendong, berbagai produk kriya hingga kuliner khas Tasikmalaya.
Menurutnya, kekuatan tersebut menjadi modal penting untuk mengembangkan ekonomi kreatif Kota Tasikmalaya agar mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.
“Kota Tasikmalaya memiliki kekuatan ekonomi kreatif yang cukup khas. Produk seperti bordir, batik, payung geulis, kelom geulis, mendong, berbagai kerajinan, serta kuliner lokal menjadi bagian dari identitas kreativitas masyarakat Tasikmalaya,” ujar Deden.
Di sisi lain, perkembangan teknologi membuka ruang baru bagi generasi muda untuk terlibat dalam industri kreatif. Peluang tersebut hadir melalui konten digital, aplikasi, gim, fotografi, film, desain komunikasi visual hingga berbagai teknologi baru.
Salah satu karya digital yang telah dikembangkan Gekrafs Kota Tasikmalaya adalah Game Tapak. Yang menjadi bagian dari Asta Karya Gekrafs Kota Tasikmalaya.
Deden menjelaskan, Game Tapak mengangkat cerita mengenai Gekrafs Kota Tasikmalaya dan ekosistem ekonomi kreatif lokal. Termasuk upaya memperkenalkan berbagai produk khas daerah.
“Game Tapak ini mengangkat cerita tentang Gekrafs Kota Tasikmalaya yang ikut andil. Menjadi ekosistem memasarkan tutug oncom hingga payung geulis,” jelasnya.
Game tersebut menjadi salah satu contoh bagaimana teknologi dan kreativitas dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan potensi serta identitas lokal Kota Tasikmalaya kepada masyarakat, khususnya generasi muda.
Pertumbuhan Ekonomi Kota Tasikmalaya Ditargetkan Capai 8 Persen

Sementara itu, Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan mengatakan Gekrafs Kota Tasikmalaya diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dalam tiga tahun ke depan.







Comment