Asep menegaskan, penyediaan akses kerja bagi generasi muda menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah.
“Ini menjadi prioritas kerja pemerintah daerah. Bagaimana generasi muda bisa bekerja dan mendapatkan penghasilan,” katanya.
Pemkab Tasikmalaya Dorong Peluang Kerja ke Jepang
Tak hanya mendorong kesempatan kerja di dalam negeri, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya juga berupaya membuka peluang penempatan tenaga kerja ke luar negeri.
Salah satunya melalui program pemagangan dan penempatan tenaga kerja ke Jepang.
Namun, Asep mengingatkan bahwa bekerja di luar negeri membutuhkan persiapan yang matang. Salah satu tantangan yang perlu diperhatikan adalah kemampuan berbahasa.
“Selama ini salah satu kendala tenaga kerja kita adalah bahasa. Karena itu, laboratorium bahasa juga perlu diperkuat,” ungkapnya.
Ia meminta Balai Latihan Kerja (BLK) terus meningkatkan pelatihan bagi calon tenaga kerja. Selain itu, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) diharapkan dapat ikut membantu pembiayaan pelatihan bagi masyarakat yang ingin bekerja di luar negeri.
Langkah tersebut dinilai penting agar kesempatan mengikuti pelatihan kerja dapat diakses oleh lebih banyak warga Kabupaten Tasikmalaya.
Peserta Magang Berharap Direkrut Menjadi Karyawan Tetap
Salah seorang peserta pemagangan nasional, Ujang, mengaku antusias mengikuti program tersebut.
Ia berharap kesempatan magang yang dijalaninya dapat menjadi pintu masuk untuk memperoleh pekerjaan tetap.
“Saya sih bakal nunjukin kinerja baik. Semoga direkrut tetap. Saya di Jakarta, di perusahaan,” kata Ujang.
Sementara itu, Asep menyampaikan apresiasi kepada Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Tasikmalaya yang telah mendukung pelaksanaan program pemagangan nasional.
“Terima kasih kepada Dinas Tenaga Kerja yang sudah bekerja untuk masyarakat,” ujarnya.
Melalui program tersebut, Pemkab Tasikmalaya berharap lulusan perguruan tinggi tidak hanya memiliki ijazah, tetapi juga pengalaman dan kompetensi yang dibutuhkan untuk bersaing di dunia kerja.(***)

Comment