“Ketahanan pangan bukan sekadar soal stok, tapi bagaimana masyarakat mampu mengelola potensi lokal. Untuk mencapai kemandirian yang berkelanjutan dari lingkup terkecil seperti tingkat RT atau RW.” Ujarnya dalam laporan tersebut.
Hasil kajian menunjukkan bahwa inisiatif warga RT.03/RW.018 ini memberikan dampak ekonomi nyata dengan menekan pengeluaran dapur keluarga serta meningkatkan akses terhadap pangan segar dan bergizi.
Selain itu, kegiatan ini mempererat solidaritas sosial dan semangat gotong royong antar warga di tengah dinamika kehidupan kota.
Meski menghadapi tantangan berupa lahan yang terbatas. Model ketahanan pangan berbasis komunitas di Kelurahan Kota Baru ini diharapkan dapat menjadi rujukan (model replikasi). Bagi wilayah perkotaan lainnya di Indonesia untuk memperkuat ketahanan nasional dari tingkat lokal.






Comment