“Di daerah lain, tidak sedikit paguron yang berujung konflik, bahkan sampai terjadi pertarungan jalanan. Di Jawa Barat relatif tidak terjadi, salah satunya karena Paguron Padjadjaran juga merupakan pondok pesantren dan sanggar seni,” kata Diky.
Ia menambahkan, pencak silat bukan sekadar bela diri, melainkan bagian dari keindahan dan spiritualitas.
“Silat adalah seni, dan silat hanya bisa dijalankan dengan ketenangan. Ketenangan lahir dari salat,” ujarnya.
Diky menilai Paguron Padjadjaran sebagai perguruan yang lengkap karena mengajarkan pencak silat, nilai-nilai keislaman, serta seni tari.
“Di sini ada semuanya. Silat, ilmu Allah, dan seni budaya,” katanya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda, perwakilan Kesultanan Cirebon, serta tamu undangan dari berbagai daerah, termasuk perwakilan dari Jawa Timur, menjadikan acara berlangsung khidmat dan sarat nilai kebudayaan.




Comment