Asep menegaskan bahwa pertanian organik bukan sekadar mengganti pupuk kimia dengan bahan alami. Lebih dari itu, terdapat nilai moral dan kesadaran kolektif untuk menjaga keseimbangan ekosistem tanah.
“Dalam pertanian organik, yang paling berharga adalah nilai kesadarannya. Ini bentuk komitmen menjaga alam agar tetap berkelanjutan. Tanah yang sehat adalah warisan terbaik bagi generasi mendatang,” tegasnya.
Melalui keberhasilan Kelompok Tani Tunas Muda, Wakil Bupati berharap semangat pertanian sehat dan ramah lingkungan ini dapat menular ke wilayah lain di Kabupaten Tasikmalaya. Targetnya, peningkatan produksi pangan organik sejalan dengan terjaganya kualitas lingkungan.
“Jika semangat ini menyebar, Kabupaten Tasikmalaya tidak hanya dikenal karena hasil pangannya, tetapi juga karena keberhasilannya merawat bumi,” pungkas Asep.




Comment