Berita Tasikmalaya, tasik.id – Ramai diperbincangkan di media sosial terkait sejumlah penerima Beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) yang memilih tidak kembali ke Indonesia, bahkan ada yang secara terbuka membagikan kabar perpindahan kewarganegaraan keluarganya.
Menanggapi hal tersebut, salah satu penerima LPDP asal Kota Tasikmalaya, Apt. M. Abdul Karim, S.Farm., M.Kesos., menyampaikan pandangannya melalui sebuah pesan reflektif bertajuk “Bukan Tentang Pulang”.
Bukan Sekadar Pulang, Tapi Tentang Janji
Menurut Karim, pilihan untuk melepas kewarganegaraan merupakan hak pribadi setiap individu. Namun, ia menegaskan bahwa persoalan beasiswa LPDP bukan semata soal pulang atau tidak pulang, melainkan tentang komitmen moral setelah menerima fasilitas negara.
“Saya pribadi tidak mempermasalahkan pilihan hidup seseorang. Tapi bagi saya, ini tentang janji. Tentang tanggung jawab setelah menerima investasi besar dari negara,” ujarnya.
Perjalanan dari Titik Minus
Karim mengisahkan, perjalanan akademiknya tidak selalu mulus. Ia pernah merasa sangat terpukul karena gagal diterima di salah satu kampus impiannya di Indonesia. Saat itu, ia mengaku tidak hanya merasa “nol”, tetapi bahkan “minus”.
Dalam kondisi tersebut, negara hadir melalui program Beasiswa Unggulan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia yang membantunya menempuh pendidikan sarjana, termasuk Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker.
“Tanpa beasiswa itu, mungkin saya tidak akan pernah terpacu sejauh ini,” ungkapnya.
Jejak Investasi Negara hingga Mancanegara
Kesempatan demi kesempatan pun terbuka. Karim terpilih mengikuti program Pertukaran Pemuda Indonesia-Kanada (ICYEP) pada 2012. Ia juga mendapatkan dukungan beasiswa dari program Erasmus+ yang membawanya menempuh pengalaman akademik hingga ke Spanyol.
Menurutnya, rekam jejak beasiswa dari pemerintah Indonesia menjadi portofolio penting yang membuka akses ke berbagai kesempatan internasional.
“Semua itu tidak lepas dari investasi negara sebelumnya yang membuat profil saya lebih komprehensif,” katanya.
Puncak Pendidikan Lewat LPDP
Kepercayaan negara kembali ia rasakan saat memperoleh beasiswa LPDP untuk jenjang magister. Di titik inilah, kesadarannya semakin kuat bahwa setiap rupiah yang ia terima berasal dari pajak masyarakat.







Comment