Ia menegaskan, untuk mencapai keselamatan dunia dan akhirat, pendidikan moral, akhlak, dan etika harus berjalan seimbang dengan ilmu pengetahuan. Nilai-nilai tersebut, kata Diky, lahir dari iman dan takwa yang kuat.
“Orang pintar saja tidak cukup tanpa ilmu agama yang menjaga akhlak, etika, dan moral,” tambahnya.
Diky Chandra menyebut, spirit keseimbangan antara ilmu dan akhlak inilah yang ingin disampaikan kepada para alumni dan peserta Reuni Iksandah ke-24. Ia berharap, para alumni dapat terus berkontribusi positif bagi masyarakat dan menjadi teladan dalam kehidupan sosial.
Kegiatan reuni ini juga menjadi ajang silaturahmi antar alumni. Sekaligus memperkuat sinergi antara dunia pendidikan, pesantren, dan pemerintah daerah dalam membangun karakter generasi muda Kota Tasikmalaya.




Comment