“Kota jadi lebih indah, pengguna jalan juga tidak terganggu. Karena memang sebelumnya ada sebagian PKL yang memakan badan jalan, sehingga lalu lintas menjadi terhambat,” jelas Diky.
Sementara itu, Oim, salah seorang PKL yang direlokasi, mengaku tidak keberatan dengan kebijakan tersebut. Namun ia berharap pemerintah daerah turut berperan aktif dalam menghidupkan kawasan baru agar tetap ramai pengunjung.
“Terima kasih sudah difasilitasi. Tapi kami berharap ada upaya juga untuk membuat tempatnya ramai. Apalagi ini taman kota, saling lah,” ujarnya.
Langkah relokasi PKL Masjid Agung ini juga mendapat apresiasi dari warga. Wawan (50), warga Kecamatan Tawang, menilai kebijakan tersebut membuat kawasan lebih tertib dan nyaman bagi pejalan kaki maupun pengguna jalan.
“Bagus ya, pengguna jalan dan pejalan kaki juga jadi nyaman. Tapi jangan sementara. Istilahnya harus istiqomah,” pungkasnya.(**)




Comment