Ke depan, SMAN 1 Kota Tasikmalaya berkomitmen melakukan tindak lanjut berkelanjutan. Mulai dari coaching, tantangan kampanye anti-bullying melalui media sosial, pembuatan slogan, hingga kolaborasi lintas organisasi dan 27 ekstrakurikuler yang ada di sekolah tersebut.
“Dalam setahun, kami rencanakan dua hingga tiga kegiatan besar seperti stadium general dengan melibatkan Pemerintah Kota Tasikmalaya. Ini bagian dari komitmen kami mendukung program pembangunan sumber daya manusia Jawa Barat dan Kota Tasikmalaya,” jelas Yonandi.
Sementara itu, Kepala UPTD PPA Kota Tasikmalaya, Epi Mulyana, menekankan pentingnya penguatan karakter dan komunikasi pada usia remaja yang tengah memasuki fase pubertas kedua.
“Anak-anak jangan menutup diri. Perbaiki komunikasi dengan keluarga, karena di sekolah guru adalah orang tua kedua. Jika ada perundungan atau perilaku menyimpang, jangan ragu untuk melapor,” katanya.
Epi menilai SMAN 1 Kota Tasikmalaya sebagai salah satu sekolah yang proaktif dalam upaya pencegahan bullying, termasuk di era digital.
“Antisipasi terhadap perundungan digital sudah dilakukan dengan baik. Ke depan kami akan terus berkolaborasi melalui berbagai program dan tantangan agar lingkungan sekolah tetap aman dan nyaman,” pungkasnya.(iqbal)







Comment