Selain museum mini, pos pelayanan ini juga dilengkapi berbagai fasilitas pendukung lainnya. Seperti ruang laktasi bagi ibu menyusui, arena bermain anak, mushola, toilet bersih, serta layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi pemudik.
Suasana hangat juga terasa dari sisi humanis pelayanan kepolisian. Di area bermain anak, gelak tawa terdengar saat seorang anggota polisi menghibur anak-anak dengan atraksi sulap. Sementara itu, para Polwan turut menghibur pemudik dengan pertunjukan musik Islami melalui kesenian marawis.
Kepala Pos Pengamanan Terpadu Alun-alun Singaparna, AKP Aan Supyadi, mengatakan seluruh fasilitas tersebut sengaja dihadirkan untuk memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang tengah melakukan perjalanan mudik.
“Ini pos pam terpadu dengan fasilitas lengkap. Ada ruang laktasi, tempat bermain anak, sampai museum mini. Kami ingin pemudik bisa beristirahat dengan nyaman sebelum melanjutkan perjalanan menuju kampung halaman,” ujarnya.
Selain itu, kepolisian juga menyiagakan layanan “Motor Senyum”, yakni satuan bermotor yang berkeliling di jalur Singaparna untuk membantu pengendara yang mengalami kendala di jalan, mulai dari kendaraan mogok, kehabisan bahan bakar. Hingga membagikan takjil gratis bagi pengendara yang masih berada di perjalanan saat waktu berbuka puasa tiba.
Dengan berbagai inovasi tersebut, Pos Terpadu Singaparna tidak hanya menjadi tempat singgah. Tetapi juga menjadi simbol pelayanan publik yang ramah, edukatif, dan humanis bagi para pemudik yang melintas di wilayah Kabupaten Tasikmalaya.







Comment