News
Home » Berita » Pos Terpadu Singaparna Jadi Oase Pemudik, Ada Museum Santri KHZ Musthafa dan Polisi Mahir Sulap

Pos Terpadu Singaparna Jadi Oase Pemudik, Ada Museum Santri KHZ Musthafa dan Polisi Mahir Sulap

Berita Tasikmalaya, tasik.id – Pos Pelayanan Terpadu di Alun-alun Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, menghadirkan konsep berbeda pada arus mudik Lebaran tahun ini. Tidak hanya menjadi tempat istirahat bagi pemudik, pos ini juga dilengkapi berbagai fasilitas unik, mulai dari museum mini sejarah perjuangan santri hingga hiburan dari anggota kepolisian.

Di tengah padatnya arus lalu lintas jalur lintas Jawa Barat, Pos Terpadu Singaparna menjadi oase bagi para pemudik yang menempuh perjalanan jauh menuju kampung halaman.

Seperti yang dirasakan Agni (23) dan Yuni (21), pasangan muda asal Jakarta yang tengah melakukan perjalanan menuju Cineam, Kabupaten Tasikmalaya, bersama balita mereka. Setelah menempuh perjalanan panjang di bawah terik matahari, keduanya memutuskan beristirahat di Pos Pelayanan Terpadu Alun-alun Singaparna pada Rabu siang.

Setibanya di lokasi, Yuni yang merasa pusing langsung mendapatkan penanganan kesehatan gratis dari petugas medis. Sementara Agni memanfaatkan fasilitas pijat yang disediakan untuk mengurangi rasa lelah setelah berkendara berjam-jam.

“Saya dari Jakarta mau ke Cineam. Capek sekali, panas pisan. Tapi di sini fasilitasnya lengkap,” ujar Agni sambil beristirahat.

Kuliner Kota Tasikmalaya Kalahkan Bandung, Miliki 1.616 Tempat Kuliner & Jadi Surga Wisata Rasa

Menarik Perhatian

Yang membuat pos ini menjadi perhatian para pemudik adalah kehadiran Museum Mini Sejarah Pahlawan KHZ Musthafa dan Perjuangan Santri Tasikmalaya. Di dalamnya terdapat berbagai replika benda bersejarah seperti bambu runcing, keris, hingga pakaian pejuang yang menggambarkan perjuangan para santri dalam melawan penjajahan.

Pemudik yang singgah dapat membaca berbagai literatur sejarah mengenai perjuangan Pahlawan Nasional asal Tasikmalaya, KHZ Musthafa. Kehadiran museum mini ini diharapkan dapat menambah wawasan sekaligus menumbuhkan rasa bangga terhadap sejarah daerah.

Pages: 1 2

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!